<<<"Dan tidaklah Aku utus engkau (Muhammad) kecuali untuk rahmat bagi sekalian alam: QS.al-Anbiyaa’ : 107).)>>>
Perjuangan menegakan kebenaran tidak mengenal kata menyerah,selama hayat masih di kandung badan.Meskipun jasad tertawan tetapi jiwa masih melayang-layang kesana kemari menyuarakan semua kebenaran.Tapi apakah kebenaran yg di yakini adalah sebuah kebenaran itu tidak menyimpang dr tuntunan yg ada? that is nevermind yang penting gue tenar..alias kesohor.Sehingga perlu banyak mengadakan konferensi pers di televisi dan media elektronik lainnya.Naif dan meragukan perjuangannya.
lagi-lagi perjuangannya berdalih atas nama Islam.Sehingga kebesaran nama Islam di pertaruhkan oleh syahwat pribadi dan kelompoknya masing-masing.
Islam bukan agama radikal walaupun berdalih amar makruf nahi munkar.Dakwah Islam merangkul bukan memukul,apalagi penghancuran sarana-sarana umum.
Sabda Nabi SAW:“Sayangilah yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayangi oleh Yang ada di langit (Allah).” ( HR. At Tabrani)
Bukankah Allah mengutus Nabi Muhammad saw adalah untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk?
Menebarkan kasih sayang bukan hanya dengan orang sekeyakinan akan tetapi di luar keyakinan pun kita hrs saling menghormati.Inilah makna Islam yang sesuai dengan artinya menebarkan kedamaian di hati setiap makhluk.Sungguh jihad yang sebenar-benarnya jihad adalah melawan hawa nafsu yg tersembunyi di balik syahwat jiwa.
Sebenarnya jihad yang sekarang yang sangat di butuhkan oleh orang adalah Jihad ekonomi (Jihad iqtisodi),memerangi kemiskinan yang telah melahap habis nasib kaum rakyat jelata,sehingga kemiskinan ini yg kemudian menggerogoti sedikit demi sedikit keyakinan kepada Tuhan.Karena kemiskinan aqidah di dangkalkan,kebodohan merajalela,miskin pendidikan yang pada akhirnya miskin ilmu pengetahuan dan agama.inilah gambaran umum yg ada pada realita kehidupan di sekeliling kita.
Sedih kalau kita lihat di negara-negara kita,organisasi-organisasi radikal bermunculan di masyarakat kita.Apa yang mau mereka tujukan kepada dunia ? kemajuan apa yang di dapatkan dr mendirikan organisasi-organisasi radikal semacam itu?
Sungguh hal ini kemajuan yang kehilangan arah spirit ajaran Islam.
Marilah kita kembali ke jalan yg di ridhloiNya.Tidak perlu sesama saudara muslim adu urat karena berbeda pandangan tentang mengartikan Jihad itu sendiri.Semoga kedamaian ada pada diri dan pribadi kita dan umumnya bagi masyarakat kita.
Apabila kita membutuhkan contoh untuk mengamalkan Islam, maka kita akan dapatkan contoh tersebut dalam tataran pribadi maupun masyarakat. Dalam tataran pribadi, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah suri tauladan kita. Apabila kita butuh contoh sebuah generasi idaman maka generasi sahabat adalah contoh nyata bagi kita. Sebuah ujung yang pasti dari pengamalan ajaran Islam….ketentraman, kebahagiaan, dan keridhaan.. Maka mari kita kembali kepada Al Islam…
Wallallahu a’lamu bish showaab
Salam@@@.
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Inka Rahmah
Sesuatu hal bergerak di dunia ini selalu di iringi dengan alasan-alasan.Alasan untuk hidup dan alasan untuk mempertahankan diri,dsb alasan-alasan yang konotasinya utk mendukung suatu hal dlm setiap kejadiannya..dan menunjukan keberpihakannya pada sebuah kepentingan nafsunya.Ya.... semua berdasar kepada alasan peredaran waktunya.Sehingga apa yang terlihat belum tentu itu yang terlihat secara hakikat.Sehingga yg hrs kita lihat adalah nilai substansinya.Secara Zahir kita melihat orang lain melakukan dosa,tapi belum tentu kemudian setelah itu tidak ada ampunan Allah yang menantinya dengan kesejukan dgn aroma syurga yg sdh terhendus dgn taubatnya.Di atas mimbar ustad kondang menggembor-gemborkan tentang kebenaran suatu hal ..ternyata kuatnya intonasi di atas mimbar karena hatinya tersulut oleh gejolak nafsu syahwat hatinya.Sehingga sekujur badan yang terbungkus jubah gamis dan kepala tertutup kopyah haji yg sudah di jadikan sebuah simbol kesucian itu dengan lantang membongkar keburukan lawan-lawannya dengan alasan demi melakukan amar ma’ruf nahi munkar .,padahal ia sedang membuka keburukan-keburukan lawannya di atas mimbar karena ada sebagaian miliknya dan sdh merasa miliknya di rampas oleh orang-orang tertentu.Setan datang kepada Ahli agama dengan membawa godaan untuk menggelincirkan dan memanipulasi sebuah kebenaran.Setan datang menggoda orang umum dengan sebuah alasan yang jelas dgn kemaksiatan yg nyata dan tidak di tutup-tutupinya.Sehingga keburukan yang di bungkus oleh ketaatan itu menandakan tidak sabarnya dalam pengabdian totalnya kepada Allah swt.Padahal Allah sebenarnya sedang mengujinya dalam ketaatan dan kemaksiatannya.Sehingga yang harus ia cari adalah keridhloaNya.Orang yg sabar dalam mencari keridhloannya tidak merasa tersakiti dengan apa-pun.Dan tidak berlagak memperbagus segala tindakannya di mata aorang lain ,tapi lebih menekankan kebaikan di mata Tuhannya.Tidak mengambil sebuah keuntungan dalam setiap peristiwa dengan kata lain aji mumpung' dan bukan pula untuk menolak kesedihan dan kesulitan yang menimpanya dan bukan pula karena alasan-alasan atau tujuan-tyujuan lainnya kecuali tujuan untuk mencari keridhloanNya.Ia sabar akan nikmat-nikmatNya dan cobaan-cobaannya dan meyakini semua qodho dan qadarNya.Menyerah kepada segala kehendakNya ,ridhlo dengan semua ketetapan-ketetapanNya.Menerima dengan puas dan senang hati semua yang datang dariNya.Dan menghilangkan syahwat yg tersembunyi di balik hatinya.Sungguh berat perjuangan hati semacam ini apalagi hal ini terjadi pada para aktivis-aktivis agama.Sehingga perlu kesabaran lebih untuk menghadapinya.
Semoga semua hal yang terjadi adalah ujian yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepadaNya dan hanya semata-mata mencari keridhloanNya.Dan kita selalu dalam lindungan dan pertolonganNya.amien.@@@
Inka Rahmah
“Dan ingatlah akan Tuhanmu jika kamu lupa
dan katakanlah: ‘Semoga Tuhanku memimpin daku ke jalan yang lebih dekat
kebenarannya daripada jalan ini” (QS. al-Kahfi/18: 24).
Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa
kebenaran subyektif selalu menyerang siapa saja tanpa mengenal kasta maupun
status sosial.Sehingga kebenaran yang benar-benar datang dr petunjuk Allah sering
di kalahkan demi membela pendapat atau pandangan pribadinya yang jelas sekali
masih di liputi hawa nafsu duniawi.Oleh karena itu mensikapi fenomena yang terjadi di dunia maya atau di
dunia nyata,perlu adanya sarana untuk mengingat Allah dengan lebih teliti
lagi.Sarana itu bisa kita gunakan dengan tafakkur secara mendalam pd setiap pristiwa yang terjadi.Bukan tidak
mungkin kebenaran tidak akan terkupas habis manakala kebenaran itu di rekayasa
oleh aqal dan pikiran manusia.Sehingga nilai-nilai kebenaran ilahiyyahnya
hilang dan berganti dengan kebenaran relatif yang berbsumber dr hasil pemikiran
manusia yang tidak berdasar kepada al-quran dan assunah,akan tetapi berdasar pemikiran dan pengalamannya sendiri
di dunia empirik dan dunia real nya sendiri.
Melupakan ayat sama halnya dengan
melupakan Allah swt.Karena kerangka berfikir yang benar adalah dengan menggali
kebenaran yang ada kemudian di elaborasi menjadi pemikiran baru yg tidak
bertentangan dengan ayat-ayat lainnya.Oleh karena tidak mungkin di dalam Al-quran
ada perintah pada sesuatu hal kemudian di bantah oleh ayat lain.hal itu tidak
mungkin,kesempurnaan kalam Allah yang termaktub di dalam al-quran tidak
bersulayaan atau tidak saling bertentangan satu dengan yg lainnya.Akan tetapi
kalau kita lihat di dalam dunia nyata masih banyak orang berdebat terhadap
suatu masalah dengan alasan ada dail yg mendukung pendapatnya.
Solusinya..?
Tanggalkan dan lepaskan semua pemikiran
yang tidak berdasar dan lepaskan nafsu dunia kemudian anda baru berfikir dgn
jernih.Karena kejernihan pikiran akan menentukan kualitas kebenaran yang
mendekati kepada kebenaran yang muthlak yakni kebenaran Allah swt yang MAHA
benar.
Dalam hal ini bukan membatasi pemikiran
orang lain,akan tetapi guna menghindari pemikiran yang salah terhadap sebuah
kebenaran.Yang akhirnya akan melenceng dr tujuan Al-quran dan Al-hadist.
Dan bukan pula saya lebih benar dari anda
atau anda lebih benar dari saya.Yang jelas”Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu”
melalui hidayah dan petunjukNya.
Kalau pemikirannya salah maka amal nya pun
akan salah.Karena amal akan bergantung kepada pemikiran awal yang terkonsep
secara idealis di dalam Al-Quran dan hadis nabi saw.
Oleh karena itu berpikirlah yang benar
untuk menguak kebenaran-kebenaran yang datangnya dari Tuhan.
Selamat Berpikir.
Wallohu alam bi shawab.
Inka Rahmah
"Bila sekepal makanan haram masuk ke dalam perut ,maka selama 40 hari doa anda tidak di terima"(Hadist).
Bagaimana anggota DPR dan pejabat2 lainnya ,yg korupsi miliar bahkan triliyun rupiah.Mereka yg memakan hak-hak faqir miskin atau hak-hak rakyat Indonesia?
Hidup mewah tapi di atas penderitaan kemiskinan rakyat indonesia.
Apakah semacam ini profil pemimpin2 kita?
Jangankan mengurusi rakyat.Mengurusi dosa2 nya sendiri mereka tak mampu.
Pejabat-pejabat semacam inilah yg bikin hancur keadilan dan kemakmuran rakyat indonesia.Iya..pemimpin yg doa dan shalatnya tidak di terima oleh Allah swt.Tidak pantas mengurusi urusan-urusan rakyat.
Di hukum seperti apa seharusnya koruptor2 semacam itu?Silahkan kau jawab dengan hati nurani mu.
Bagaimana anggota DPR dan pejabat2 lainnya ,yg korupsi miliar bahkan triliyun rupiah.Mereka yg memakan hak-hak faqir miskin atau hak-hak rakyat Indonesia?
Hidup mewah tapi di atas penderitaan kemiskinan rakyat indonesia.
Apakah semacam ini profil pemimpin2 kita?
Jangankan mengurusi rakyat.Mengurusi dosa2 nya sendiri mereka tak mampu.
Pejabat-pejabat semacam inilah yg bikin hancur keadilan dan kemakmuran rakyat indonesia.Iya..pemimpin yg doa dan shalatnya tidak di terima oleh Allah swt.Tidak pantas mengurusi urusan-urusan rakyat.
Di hukum seperti apa seharusnya koruptor2 semacam itu?Silahkan kau jawab dengan hati nurani mu.
Inka Rahmah
Sabda Rasulullah SAW : “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam
hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan.” (HR. Muslim)
Jauhi penyakit Sombong.Karena inti penyakit sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.
Penyakit ini bisa melanda seluruh lapisan masyarakat, dari yang kaya sampai yang miskin, orang alim dan bodoh, yang muslim maupun non muslim.Pendek kata kesombongan bisa menimpa siapa saja.
Sifat orang yang sombong, ia senantiasa menolak kebenaran yang dianggapnya akan merugikan dirinya dan menghina atau merendahkan orang lain. Orang yang sombong sering lupa diri; siapa dia, dari mana, dan hendak ke mana ia sebenarnya.
Orang yang sombong telah merampas suatu sifat yang sebenarnya tidak pantas disandangnya karena sifat itu hanyalah milik Allah SWT. Iblis terusir dari surga dan dikutuk oleh Allah bukan karena mencuri, berzina atau membunuh tapi karena dia sombong kepada Allah SWT. Kesombongan itulah yang menyebabkan dia terusir dari surga. Allah Berfirman dalam Hadist Qudsi, “Sombong itu selendangKu. Siapa yang memakai selendangKu niscaya dia tidak akan mencium bau surga”.
Di dalam keadaan benar kita tidak boleh sombong,Apalagi di dalam ke adaan salah atau kekurangan..naudzubillah minjalik..
Mari Kita jauhi sifat Sombong dalam perkara apapun.Di dalam batin maupun di luar batin sedikitpun jangan sombong.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan dirinya/sombong.
Salam.
Jauhi penyakit Sombong.Karena inti penyakit sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.
Penyakit ini bisa melanda seluruh lapisan masyarakat, dari yang kaya sampai yang miskin, orang alim dan bodoh, yang muslim maupun non muslim.Pendek kata kesombongan bisa menimpa siapa saja.
Sifat orang yang sombong, ia senantiasa menolak kebenaran yang dianggapnya akan merugikan dirinya dan menghina atau merendahkan orang lain. Orang yang sombong sering lupa diri; siapa dia, dari mana, dan hendak ke mana ia sebenarnya.
Orang yang sombong telah merampas suatu sifat yang sebenarnya tidak pantas disandangnya karena sifat itu hanyalah milik Allah SWT. Iblis terusir dari surga dan dikutuk oleh Allah bukan karena mencuri, berzina atau membunuh tapi karena dia sombong kepada Allah SWT. Kesombongan itulah yang menyebabkan dia terusir dari surga. Allah Berfirman dalam Hadist Qudsi, “Sombong itu selendangKu. Siapa yang memakai selendangKu niscaya dia tidak akan mencium bau surga”.
Di dalam keadaan benar kita tidak boleh sombong,Apalagi di dalam ke adaan salah atau kekurangan..naudzubillah minjalik..
Mari Kita jauhi sifat Sombong dalam perkara apapun.Di dalam batin maupun di luar batin sedikitpun jangan sombong.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan dirinya/sombong.
Salam.
Inka Rahmah
“Mereka tidak takut celaan seseorang, itulah rahmat Tuhan yang Dia
anugerahkan kepada siapapun yang Dia kehendaki, Tuhan Maha Pemurah lagi
Maha bijaksana” (QS 5:59).
Bersyukurlah karena masih ada orang yang menghina anda, karena yang paling berbahaya justru ketika anda dipuji karena pujian sering kali membuat orang lalai dan lupa dan kemudian tanpa sadar menjadi sombong dan angkuh sementara dua sikap itu yang paling tidak disenangi oleh Tuhan dan sikap itu membuat anda jauh dari Tuhan.
Hinaan manusia akan membuat cinta anda kepada TUHAN semakin menggelora dan hati anda selalu terjaga untuk selalu mengingat dan membesarkan nama-Nya.
Ketika semua orang mencaci dan menghina orang maka anda hanya memikirkan satu saja, semakin fokus pada satu tujuan yaitu Allah SWT.
Yakinlah bahwa Orang-orang yang menghina anda itu sengaja diciptakan oleh TUHAN sebagai lawan tanding agar anda bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam menggapai cintai-Nya.
Suatu saat nanti anda akan menangis dan selalu bersyukur karena anda dihina orang dan hal itu hanya bisa terjadi ketika anda benar-benar bisa memaknai Nikmatnya Celaan.
Orang-orang beriman yang mengalami celaan dilukiskan dalam firman Allah :
“Mereka tidak takut celaan seseorang, itulah rahmat Tuhan yang Dia anugerahkan kepada siapapun yang Dia kehendaki, Tuhan Maha Pemurah lagi Maha bijaksana” (QS 5:59).
Jadilah pribadi yang mulia karena anda mengemban amanah yang mulia, dalam diri anda telah tertanam Nur Allah dan kemanapun anda melangkah Allah dan seluruh alam ini akan ridho kepada anda.
Salam.
Bersyukurlah karena masih ada orang yang menghina anda, karena yang paling berbahaya justru ketika anda dipuji karena pujian sering kali membuat orang lalai dan lupa dan kemudian tanpa sadar menjadi sombong dan angkuh sementara dua sikap itu yang paling tidak disenangi oleh Tuhan dan sikap itu membuat anda jauh dari Tuhan.
Hinaan manusia akan membuat cinta anda kepada TUHAN semakin menggelora dan hati anda selalu terjaga untuk selalu mengingat dan membesarkan nama-Nya.
Ketika semua orang mencaci dan menghina orang maka anda hanya memikirkan satu saja, semakin fokus pada satu tujuan yaitu Allah SWT.
Yakinlah bahwa Orang-orang yang menghina anda itu sengaja diciptakan oleh TUHAN sebagai lawan tanding agar anda bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam menggapai cintai-Nya.
Suatu saat nanti anda akan menangis dan selalu bersyukur karena anda dihina orang dan hal itu hanya bisa terjadi ketika anda benar-benar bisa memaknai Nikmatnya Celaan.
Orang-orang beriman yang mengalami celaan dilukiskan dalam firman Allah :
“Mereka tidak takut celaan seseorang, itulah rahmat Tuhan yang Dia anugerahkan kepada siapapun yang Dia kehendaki, Tuhan Maha Pemurah lagi Maha bijaksana” (QS 5:59).
Jadilah pribadi yang mulia karena anda mengemban amanah yang mulia, dalam diri anda telah tertanam Nur Allah dan kemanapun anda melangkah Allah dan seluruh alam ini akan ridho kepada anda.
Salam.
Inka Rahmah
<<<<Telah bersabda Rasulullah s.a.w.:” Ya Allah anugerahilah
kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada- Mu,
sebelum tidak ditemuinya air mata.” >>>>>>.
Takut kepada Allah memang membuat seseorang akan memperbanyak amal sholehnya dalam hidup di dunia ini, Allah berfirman yang artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (dihari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan (QS. 76:8-10).
Rasa takut juga bisa tumbuh dalam jiwa manakala kita menyadari betapa siksa dan azab Allah di akhirat tidak dapat kita bayangkan dahsyatnya sebagaimana kita juga tidak bisa membayangkan nikmatnya Syurga, dalam salah satu hadits Qudsi Allah berfirman yang disabdakan oleh Rasulullah Saw yang artinya: Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholeh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia (HR. Bukhari Muslim). Ini berarti, azab dan siksa Allah dalam kehidupan akhirat merupakan sesuatu yang sangat dahsyat dan tidak bisa dibayangkan sedikitpun, begitu juga sebenarnya kenikmatan yang diberikan Allah kepada penghuni Syurga.
Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan segala sesuatu telah kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain azab. (QS. 78:21-30).
Dengan demikian, takut kepada Allah Swt memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan kita di dunia ini,dengan berbekal dengan ilmu agama kita bisa mengetahui mana yang di bolehkan oleh Allah swt dan mana yang tidak di bolehkan/di larang oleh Allah swt.Sehingga takut kepada Allah swt karena sudah benar-benar mengenal Nya dan takut kepada Allah Swt memiliki pahala yang sangat besar di sisiNya.
Dan takut kepadaNya hendaknya harus di sertai tangisan yang tulus dari hati,bukan takut kepada Allah.swt hanya ungkapan bibir semata dan bukan air mata kepalsuan.Oleh karena itu orang yang benar-benar takut kepada Allah swt akan di bebaskan dari neraka sebagaimana sabda nabi SAW:"“Bahwa tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya.”
Sehingga menangis karena Takut kepada Allah SWT sangat banyak manfaatnya antara lain :
(1) Allah SWT akan menaungi mereka di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya
(2) Mereka tidak akan masuk neraka bahkan tidak disentuh olehnya
(3) Mendapat kemenangan dengan memperoleh kecintaan Allah SWT. Hal ini berdasarkan Sabda Nabi SAW : Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai oleh Allah SWT dari pada dua tetesan dan dua bekas: yaitu Tetesan air mata karena takut kepada Allah SWT dan tetesan darah yang ,mengalir di jalan Allah. Adapun dua bekas, yaitu bekas dari berjihad di jalan Allah dan bekas dari menunaikan salah satu kewajiban yang telah Allah SWT tetapkan (HR.Tirmidzi)
(4) Mendapat kabar gembira, yaitu kebahagian dan kemenangan berupa Surga dengan seluruh kenikmatan dan kesenangan yang ada didalamnya ( QS. Al-Insaan: 11 – 12 )
(5) Allah SWT akan memberikan kepada mereka jalan keluar dan menganugrahkan kepada mereka rizki yang baik dari sebab yang tidak mereka duga: (QS. Ath-Thalaaq)
(6) Bertambah keimanan dan hidayah pada dirinya serta memperoleh ketenangan dan ketentraman jiwa
(7) Tangisan karena rasa takut kepada Allah SWT didunia akan menghasilkan kesenangan di surga sesuai dengan firman Allah SWT yaitu:”Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata:Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada ditengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diadzab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari adzab Neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS.Ath-Thuur:25-28)
Mudah-mudahan kita senantiasa mengingat dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Kita takut kepada Allah SWT tidak perlu takut kepada selain Allah SWT. Kemudian yang ketiga senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT.
Salam.
Takut kepada Allah memang membuat seseorang akan memperbanyak amal sholehnya dalam hidup di dunia ini, Allah berfirman yang artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (dihari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan (QS. 76:8-10).
Rasa takut juga bisa tumbuh dalam jiwa manakala kita menyadari betapa siksa dan azab Allah di akhirat tidak dapat kita bayangkan dahsyatnya sebagaimana kita juga tidak bisa membayangkan nikmatnya Syurga, dalam salah satu hadits Qudsi Allah berfirman yang disabdakan oleh Rasulullah Saw yang artinya: Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholeh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia (HR. Bukhari Muslim). Ini berarti, azab dan siksa Allah dalam kehidupan akhirat merupakan sesuatu yang sangat dahsyat dan tidak bisa dibayangkan sedikitpun, begitu juga sebenarnya kenikmatan yang diberikan Allah kepada penghuni Syurga.
Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan segala sesuatu telah kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain azab. (QS. 78:21-30).
Dengan demikian, takut kepada Allah Swt memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan kita di dunia ini,dengan berbekal dengan ilmu agama kita bisa mengetahui mana yang di bolehkan oleh Allah swt dan mana yang tidak di bolehkan/di larang oleh Allah swt.Sehingga takut kepada Allah swt karena sudah benar-benar mengenal Nya dan takut kepada Allah Swt memiliki pahala yang sangat besar di sisiNya.
Dan takut kepadaNya hendaknya harus di sertai tangisan yang tulus dari hati,bukan takut kepada Allah.swt hanya ungkapan bibir semata dan bukan air mata kepalsuan.Oleh karena itu orang yang benar-benar takut kepada Allah swt akan di bebaskan dari neraka sebagaimana sabda nabi SAW:"“Bahwa tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya.”
Sehingga menangis karena Takut kepada Allah SWT sangat banyak manfaatnya antara lain :
(1) Allah SWT akan menaungi mereka di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya
(2) Mereka tidak akan masuk neraka bahkan tidak disentuh olehnya
(3) Mendapat kemenangan dengan memperoleh kecintaan Allah SWT. Hal ini berdasarkan Sabda Nabi SAW : Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai oleh Allah SWT dari pada dua tetesan dan dua bekas: yaitu Tetesan air mata karena takut kepada Allah SWT dan tetesan darah yang ,mengalir di jalan Allah. Adapun dua bekas, yaitu bekas dari berjihad di jalan Allah dan bekas dari menunaikan salah satu kewajiban yang telah Allah SWT tetapkan (HR.Tirmidzi)
(4) Mendapat kabar gembira, yaitu kebahagian dan kemenangan berupa Surga dengan seluruh kenikmatan dan kesenangan yang ada didalamnya ( QS. Al-Insaan: 11 – 12 )
(5) Allah SWT akan memberikan kepada mereka jalan keluar dan menganugrahkan kepada mereka rizki yang baik dari sebab yang tidak mereka duga: (QS. Ath-Thalaaq)
(6) Bertambah keimanan dan hidayah pada dirinya serta memperoleh ketenangan dan ketentraman jiwa
(7) Tangisan karena rasa takut kepada Allah SWT didunia akan menghasilkan kesenangan di surga sesuai dengan firman Allah SWT yaitu:”Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata:Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada ditengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diadzab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari adzab Neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS.Ath-Thuur:25-28)
Mudah-mudahan kita senantiasa mengingat dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Kita takut kepada Allah SWT tidak perlu takut kepada selain Allah SWT. Kemudian yang ketiga senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT.
Salam.
Inka Rahmah
>>>>“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” ( Al-Baqoroh: 197)>>>>>>
Dengan hati yang penuh ketundukan dan mengharapkan keridhoaan Allah. Kesadaran kemudian muncul dengan tekad untuk menjadi hamba yang Allah yang taat. Namun kadangkala dengan rutinitas yang kembali mengisi hari-hari kita kesadaran itu kembali tumpul bahkan luntur. Oleh sebab itulah melalui ruang fb ini kami kembali mengajak, marilah kita berupaya secara sungguh-sungguh memperbaharui keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, memperbaharui kembali komitmen kita kepada Allah yang sering kita ulang-ulang namun jarang diresapi, sebuah komitmen yang mestinya menyertai setiap langkah kita: Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah termasuk orang orang yang menyerahkan diri.
Setiap orang beriman pasti akan menyadari bahwa ketika ia hidup di dunia ini, ia akan hidup dalam batas waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh penciptanya, Allah SWT. Usia manusia berbeda satu sama lainnya, begitu juga amal dan bekalnya. Setiap orang yang berimanpun amat menyadari bahwa mereka tidak mungkin selamanya tinggal di dunia ini. Mereka memahami bahwa mereka sedang melalui perjalanan menuju kepada kehidupan yang kekal abadi. Sungguh sangat berbeda dan berlawanan sekali dengan kehidupan orang-orang yang tidak beriman.
Sayangnya, kesadaran ini seringkali terlupakan oleh diri kita sendiri. Padahal, bukan tidak mungkin, hari ini, esok, atau lusa, perjalanan itu harus kita lalui, bahkan dengan sangat tiba-tiba. Jiwa manusia yang selalu digoda oleh setan, diuji dengan hawa nafsu, kemalasan bahkan lupa, kemudian menjadi lemah semangat dalam mengumpulkan bekal dan beribadah, membuat kita menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah manusia yang selalu membutuhkan siraman-siraman suci berupa Al-Quran, mutiara-mutiara sabda Rosulullah, ucapan hikmah para ulama, bahkan saling menasehati dengan penuh keikhlasan sesama saudara seiman. Sehingga kita tetap berada pada jalan yang benar, istiqomah melalui sebuah proses perjalanan menuju Allah SWT.
Firman Allah SWT di atas ''sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa'',juga memiliki makna tersirat bahwa manusia memiliki dua bentuk perjalanan, yakni perjalanan di dunia dan perjalanan dari dunia menuju akhirat. Perjalanan di dunia memerlukan bekal, baik berbentuk makanan, minuman, harta, kendaraaan dan sebagainya. Sementara perjalanan dari dunia juga memerlukan bekal.Namun perbekalan yang kedua yaitu perbekalan perjalanan dari dunia menuju akhirat, lebih penting dari perbekalan dalam perjalanan pertama yakni perjalanan di dunia.Sesungguhnya perjalanan itu cukup berat, dan masih banyak bekal yang perlu disiapkan. Semua kita pasti tahu bekalan yang sudah kita siapkan masing-masing. Jika kita anggap bekalan itu masih kurang, tentu kita tidak akan rela seandainya tidak lama lagi ternyata kita harus segera menempuh perjalanan menuju akhirat itu.
Salam.
Dengan hati yang penuh ketundukan dan mengharapkan keridhoaan Allah. Kesadaran kemudian muncul dengan tekad untuk menjadi hamba yang Allah yang taat. Namun kadangkala dengan rutinitas yang kembali mengisi hari-hari kita kesadaran itu kembali tumpul bahkan luntur. Oleh sebab itulah melalui ruang fb ini kami kembali mengajak, marilah kita berupaya secara sungguh-sungguh memperbaharui keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, memperbaharui kembali komitmen kita kepada Allah yang sering kita ulang-ulang namun jarang diresapi, sebuah komitmen yang mestinya menyertai setiap langkah kita: Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah termasuk orang orang yang menyerahkan diri.
Setiap orang beriman pasti akan menyadari bahwa ketika ia hidup di dunia ini, ia akan hidup dalam batas waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh penciptanya, Allah SWT. Usia manusia berbeda satu sama lainnya, begitu juga amal dan bekalnya. Setiap orang yang berimanpun amat menyadari bahwa mereka tidak mungkin selamanya tinggal di dunia ini. Mereka memahami bahwa mereka sedang melalui perjalanan menuju kepada kehidupan yang kekal abadi. Sungguh sangat berbeda dan berlawanan sekali dengan kehidupan orang-orang yang tidak beriman.
Sayangnya, kesadaran ini seringkali terlupakan oleh diri kita sendiri. Padahal, bukan tidak mungkin, hari ini, esok, atau lusa, perjalanan itu harus kita lalui, bahkan dengan sangat tiba-tiba. Jiwa manusia yang selalu digoda oleh setan, diuji dengan hawa nafsu, kemalasan bahkan lupa, kemudian menjadi lemah semangat dalam mengumpulkan bekal dan beribadah, membuat kita menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah manusia yang selalu membutuhkan siraman-siraman suci berupa Al-Quran, mutiara-mutiara sabda Rosulullah, ucapan hikmah para ulama, bahkan saling menasehati dengan penuh keikhlasan sesama saudara seiman. Sehingga kita tetap berada pada jalan yang benar, istiqomah melalui sebuah proses perjalanan menuju Allah SWT.
Firman Allah SWT di atas ''sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa'',juga memiliki makna tersirat bahwa manusia memiliki dua bentuk perjalanan, yakni perjalanan di dunia dan perjalanan dari dunia menuju akhirat. Perjalanan di dunia memerlukan bekal, baik berbentuk makanan, minuman, harta, kendaraaan dan sebagainya. Sementara perjalanan dari dunia juga memerlukan bekal.Namun perbekalan yang kedua yaitu perbekalan perjalanan dari dunia menuju akhirat, lebih penting dari perbekalan dalam perjalanan pertama yakni perjalanan di dunia.Sesungguhnya perjalanan itu cukup berat, dan masih banyak bekal yang perlu disiapkan. Semua kita pasti tahu bekalan yang sudah kita siapkan masing-masing. Jika kita anggap bekalan itu masih kurang, tentu kita tidak akan rela seandainya tidak lama lagi ternyata kita harus segera menempuh perjalanan menuju akhirat itu.
Salam.
Inka Rahmah
>>>>"Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah
lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil."( Al A'raf:
199)>>>>>>
Siapapun anda ,kalau wujud anda masih manusia biasa pasti memiliki salah dan dosa.Sesempurna apapun anda pasti memilki kesalahan dan dosa kepada orang lain.Dinamika kehidupan telah membawa manusia berbuat salah karena di dorong oleh hawa nafsu duniawi antar sesama.
Saling memaafkan kesalahan adalah prilaku akhlak yang mulia,karena pada hakikatnya mereka menyadari bahwa manusia tidak luput dari salah dan dosa.Dan manusia rentan dalam memiliki kesalahan ,karena memang manusia tidak memiliki kekuatan apapun di dalam menolak kesalahan dan dosa kecuali semata-mata itu pertolongan dari Allah swt.Semua kebaikan yang menyelimuti diri manusia adalah dari Allah swt.
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW dalam perang Uhud mendapat luka pada muka dan patah beberapa buah giginya, salah seorang sahabatnya berkata: "Wahai Rasulullah kenapa anda tidak doakan agar mereka celaka." Rasulullah menjawab: "Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat." Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa: "Ya Allah ampunikah kaumku, karena mereka tidak mengetahui."
Allah swt berfirman : "Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. Apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian? " (QS. An Nuur: 22)
Memaafkan orang yang memusuhi dan menyakiti adalah hal berat bagi seseorang jika telah disakiti, apalagi saat ia dapat melakukan balas dendam atas perbuatan itu. Namun memaafkan adalah satu perbuatan yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah, bahkan juga dapat meninggikan martabat seseorang dalam pandangan masyarakat dan musuh sekalipun. Oleh sebab itulah memaafkan bukan hanya penting namun juga kebutuhan.
Ketika seseorang memaafkan orang lain dan kemudian mengikhlaskannya, dengan segera ia merasa lebih ringan dan lebih bahagia. Ketika pemikiran-pemikiran yang mengandung kemarahan dan kekecewaan mulai menghilang di benak seseorang sesungguhnya dengan segera akan terisi dengan pemikiran-pemikiran yang positif. Ia akan dapat memiliki lebih banyak lagi energi dan antusiasme, akan merasa lebih kuat dan lebih percaya diri.
Ternyata,Selain mendapatkan ganjaran akhirat, memaafkan ternyata juga akan mendatangkan banyak manfaat di dunia.Menurut penelitian, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress, susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan adalah haruslah untuk mendapatkan ridha Allah.
Kebencian kronis mempunyai efek melemahkan seseorang. Ini menimbulkan kemarahan, rasa bersalah, permusuhan, dan terluka dari waktu ke waktu. Emosi ini melepaskan hormon kortisol pada sistem tubuh. Di sisi lain, belajar untuk memaafkan memberikan banyak manfaat kesehatan, antara lain: meningkatkan respon imunitas, menurunkan tekanan darah, meningkatkan tidur, mengurangi kecemasan dan depresi, meningkatkan harga diri dan memberikan ketenangan pikiran dan rohani.
Yg hrs kita lakukan adalah :
-Yakin kpd Allah,bahwa memaafkan ada pahala yg sgt besar.
-Menerima situasi dan berprasangka baik kepada Allah dalam menjalani hidup ke depan. Bahwa apa yang terjadi di masa lalu tidak dapat dikembalikan.
-Menjauhi sikap negatif. Tidak menanam dan membiarkan kalimat-kalimat negatif tumbuh dan menjalar dalam memori kita, seperti ucapan “Saya tidak akan pernah bisa memaafkannya” atau “Saya tidak akan pernah melupakan apa yang ia lakukan kepada saya”, dan sebagainya. Karena sikap seperti itu hanya akan menambah kekotoran hati dan menambah dosa.
-Memperbaiki diri sendiri, kemudian berusaha maju.
Mari kita minta kepada Allah swt,agar kita di berikan hati yg mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Wallahu a'lam bishowab
Salam.
Siapapun anda ,kalau wujud anda masih manusia biasa pasti memiliki salah dan dosa.Sesempurna apapun anda pasti memilki kesalahan dan dosa kepada orang lain.Dinamika kehidupan telah membawa manusia berbuat salah karena di dorong oleh hawa nafsu duniawi antar sesama.
Saling memaafkan kesalahan adalah prilaku akhlak yang mulia,karena pada hakikatnya mereka menyadari bahwa manusia tidak luput dari salah dan dosa.Dan manusia rentan dalam memiliki kesalahan ,karena memang manusia tidak memiliki kekuatan apapun di dalam menolak kesalahan dan dosa kecuali semata-mata itu pertolongan dari Allah swt.Semua kebaikan yang menyelimuti diri manusia adalah dari Allah swt.
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW dalam perang Uhud mendapat luka pada muka dan patah beberapa buah giginya, salah seorang sahabatnya berkata: "Wahai Rasulullah kenapa anda tidak doakan agar mereka celaka." Rasulullah menjawab: "Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat." Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa: "Ya Allah ampunikah kaumku, karena mereka tidak mengetahui."
Allah swt berfirman : "Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. Apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian? " (QS. An Nuur: 22)
Memaafkan orang yang memusuhi dan menyakiti adalah hal berat bagi seseorang jika telah disakiti, apalagi saat ia dapat melakukan balas dendam atas perbuatan itu. Namun memaafkan adalah satu perbuatan yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah, bahkan juga dapat meninggikan martabat seseorang dalam pandangan masyarakat dan musuh sekalipun. Oleh sebab itulah memaafkan bukan hanya penting namun juga kebutuhan.
Ketika seseorang memaafkan orang lain dan kemudian mengikhlaskannya, dengan segera ia merasa lebih ringan dan lebih bahagia. Ketika pemikiran-pemikiran yang mengandung kemarahan dan kekecewaan mulai menghilang di benak seseorang sesungguhnya dengan segera akan terisi dengan pemikiran-pemikiran yang positif. Ia akan dapat memiliki lebih banyak lagi energi dan antusiasme, akan merasa lebih kuat dan lebih percaya diri.
Ternyata,Selain mendapatkan ganjaran akhirat, memaafkan ternyata juga akan mendatangkan banyak manfaat di dunia.Menurut penelitian, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress, susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan adalah haruslah untuk mendapatkan ridha Allah.
Kebencian kronis mempunyai efek melemahkan seseorang. Ini menimbulkan kemarahan, rasa bersalah, permusuhan, dan terluka dari waktu ke waktu. Emosi ini melepaskan hormon kortisol pada sistem tubuh. Di sisi lain, belajar untuk memaafkan memberikan banyak manfaat kesehatan, antara lain: meningkatkan respon imunitas, menurunkan tekanan darah, meningkatkan tidur, mengurangi kecemasan dan depresi, meningkatkan harga diri dan memberikan ketenangan pikiran dan rohani.
Yg hrs kita lakukan adalah :
-Yakin kpd Allah,bahwa memaafkan ada pahala yg sgt besar.
-Menerima situasi dan berprasangka baik kepada Allah dalam menjalani hidup ke depan. Bahwa apa yang terjadi di masa lalu tidak dapat dikembalikan.
-Menjauhi sikap negatif. Tidak menanam dan membiarkan kalimat-kalimat negatif tumbuh dan menjalar dalam memori kita, seperti ucapan “Saya tidak akan pernah bisa memaafkannya” atau “Saya tidak akan pernah melupakan apa yang ia lakukan kepada saya”, dan sebagainya. Karena sikap seperti itu hanya akan menambah kekotoran hati dan menambah dosa.
-Memperbaiki diri sendiri, kemudian berusaha maju.
Mari kita minta kepada Allah swt,agar kita di berikan hati yg mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Wallahu a'lam bishowab
Salam.
Inka Rahmah
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin,
yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia,
hanya tinggal ibunya yang sudah tua dan anak laki-lakinya saja yang
saling menopang.
Ibunya bersusah payah membesarkan seorang
anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat
membaca buku, anaknya tersebut hanya diterangi sinar lampu minyak,
sedangkan ibunya dengan penuh kasih sayang menunggui anaknya sambil
menjahitkan baju untuk sang anak.
Saat memasuki musim
gugur, adalah waktu bagi anaknya untuk memasuki sekolah menengah atas.
Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah
sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Di sekolah itu, setiap
bulannya murid-murid diharuskan membawa 30 kg beras untuk dibawa ke
kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa
memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Berkatalah ia kepada
ibunya: " Bu, saya mau berhenti sekolah saja dan membantu ibu bekerja
disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Niat kamu
sungguh mulia nak, kamu memiliki niat seperti itu saja ibu sudah
senang, tetapi kamu tetap harus sekolah. Jangan khawatirkan ibu ya nak.
Cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya biar ibu yang akan
mengantarkannya kesana".
Karena anaknya tetap bersikeras
tidak mau mendaftar ke sekolah, ibunya pun menampar sang anak tersebut.
Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh ibunya.
Dengan berat hati, akhirnya anaknya pergi juga kesekolah. Ibunya terus
berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang
pergi menjauh.
Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang
dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan
sekantong beras dari pundaknya, pengawas yang bertanggung jawab
menimbang beras dan membuka kantongnya lalu mengambil segenggam beras
tersebut dan menimbangnya. Tiba tiba dia berkata : " Hai wali murid,
kami tidak menerima beras yang isinya campuran beras dan gabah. Jangan
menganggap kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Begitu
malu nya sang ibu ini, hingga tak henti hentinya berkali-kali meminta
maaf kepada ibu pengawas tadi.
Awal bulan berikutnya ibu
ini memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. seperti biasanya
beras tersebut diteliti oleh pengawas. Dengan alis yang mengerut, ibu
pengawas berkata: "Masih dengan beras yang sama". Selanjutnya kalau
begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".
Sang ibu
sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya
seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata
: "Berapa luas sawah yang ibu kerjakan, sehingga berasnya bisa
bermacam macam seperti ini". Mendengar sindiran pertanyaan seperti itu
sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.
Awal
bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali
marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai wali
murid kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang
sama. Bawa pulang saja berasmu itu !"
Dengan berlinang air
mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata:
"Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis".
Mendengar
kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Dilihatnya ibu tua tadi duduk diatas lantai, menggulung celananya dan
memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Ibu
renta tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik
stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk
bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku sehingga mau berhenti
sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan
menyuruhnya bersekolah lagi."
Selama ini saya tidak pernah
memberi tahu sanak saudara yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih
untuk mengatakannya pada anakku, aku takut melukai harga dirinya.
Setiap
hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat, aku
pergi ke pasar, tempat orang berjualan beras, hanya untuk mengemis
beras beras yang tercecer di trotoarnya. Dengan susah payah aku
mendatangi toko demi toko hanya utnuk mencari ceceran itu. Sampai hari
sudah gelap, akupun pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sehingga
sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul memenuhi syarat untuk
diserahkan kesekolah.
Pada saat ibu tua itu bercerita,
secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian
mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan
melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk
keluarga ibu."
Sang ibu buru- buru menolak dan berkata:
"Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya,
maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu
sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas,
tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya
masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam
kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut
selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut
lulus masuk ke perguruan tinggi Qing hua dengan nilai 627 point.
Dihari
perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak
ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak
murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang
diundang.
Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga
kantong beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan
menceritakan sebuah kisah tentang seorang ibu yang mengemis beras demi
sekolah anaknya. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu
dengan penuh haru dan berkata kepada para hadirin seraya menunjuk pada
ibu tadi : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan
mempersilakan sang ibu yang luar biasa tersebut untuk naik keatas
mimbar. Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke arah
gurunya yang sedang menuntun ibunya berjalan keatas mimbar.
Sang
ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan ibu yang hangat dan
lembut kepada anaknya membuat sang anak tak kuasa untuk menahan
tangisnya, dipeluknya sosok tua dihadapannya itu dan merangkul erat
ibunya sambil terisak seraya berkata: "Begitu mulianya engkau Ibu,
sungguh aku tak bisa untuk membalasnya.
Sumber :http://situslakalaka.blogspot.com/2011/05/begitu-mulianya-engkau-ibuuu.html?m=1
Inka Rahmah
<<<<"Wahai orang-orang yang beriman!Jauhilah kebanyakan dari
prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa
dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan aib orang
lain dan janganlah kamu mengumpat sebagian yang lain. Apakah seseorang
dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah
tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu,
jauhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."(Al
Hujarat: 12)>>>>>>
Zaman semakin canggih , modern dan semakin terbuka.Sehingga keterbukaan ini mengambil sebuah efek negatif di lain sisi.Tekhnologi informatika semakin sering menyuguhkan kita tontonan yang tidak mendidik anak-anak kita.Dari film forno sampai artis forno,dari perkelahian antar sekolah sampai perkelahian antar kampung dan daerah kerap menjadikaan konsumsi publik.Kejadian-kejadian kekerasan,pembantaian,keributa n
sudah jadi informasi biasa di televisi kita.Lebih-lebih aib para
selebritis di umbar di media masa cetak maupun elektronik.Media masa
kita saat ini sedang kehilangan arahnya.Padahal seperti yg sudah kita
ketahui bersama persolan aib,Rosulullah SAW melarang seseorang untuk
membuka aib dirinya sendiri kepada orang lain, sebagaimana sabdanya:
"Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan (melakukan
maksiat). Dan termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan
perbuatan maksiat di malam hari, kemudian di paginya ia berkata: wahai
fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu –padahal Allah telah
menutupnya- dan di pagi harinya ia membuka tutupan Allah atas dirinya."
(HR. Bukhori Muslim).
Dan juga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya:"Wahai orangyang beriman dengan lisannya, tetapi tidak beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka, maka barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka Allah akan membuka aibnya meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya."(HR. at-Tirmidzi).
Aib adalah suatu cela atau kondisi yang tidak baik tentang seseorang jika diketahui oleh orang lain akan membuat rasa malu, rasa malu ini membawa kepada efek sikologi yang negatif jika tersebar.Namun banyak kita dapati di tengah keseharian kita, pembicaraan dan obrolan itu sepertinya tidak asyik kalau tidak membicarakan aib, cacat dan kekurangan yang ada pada orang lain, padahal obrolan itu bukanlah perkara ringan dalam pandangan Islam.Ajaran Islam melarang keras aib seseorang diceritakan, dan tidak boleh sekali-kali menyebarkan tentang apa ataubagaimana kondisi yang tidak baik tentang seseorang, bahkan islam mengajarkan untuk menutupinya.
Sebaliknya, Rasulullah memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang menutup aib saudara-saudara mereka, dengan menutup aib mereka di dunia dan akhirat, seperti dalam hadits shahih: "Dan barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah menutup aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Maka beruntung dan berbahagialah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri dari disibukkan dengan aib orang lain. Begitulah Rasulullah Saw menyampaikan dalam sabdanya: "Berbahagialah orang yang disibukkan dengan aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat memperhatikan aib orang lain." (HR Al-Bazzar dengan Sanad hasan).
Sungguh indahnya ajaran Islam yang menuntun kita agar menjaga aib kita sendiri dan menjaga aib orang lain, dan terus berupaya memperbaiki diri.
Wallahu a'lam bishowab.
Salam.
Zaman semakin canggih , modern dan semakin terbuka.Sehingga keterbukaan ini mengambil sebuah efek negatif di lain sisi.Tekhnologi informatika semakin sering menyuguhkan kita tontonan yang tidak mendidik anak-anak kita.Dari film forno sampai artis forno,dari perkelahian antar sekolah sampai perkelahian antar kampung dan daerah kerap menjadikaan konsumsi publik.Kejadian-kejadian kekerasan,pembantaian,keributa
Dan juga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya:"Wahai orangyang beriman dengan lisannya, tetapi tidak beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka, maka barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka Allah akan membuka aibnya meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya."(HR. at-Tirmidzi).
Aib adalah suatu cela atau kondisi yang tidak baik tentang seseorang jika diketahui oleh orang lain akan membuat rasa malu, rasa malu ini membawa kepada efek sikologi yang negatif jika tersebar.Namun banyak kita dapati di tengah keseharian kita, pembicaraan dan obrolan itu sepertinya tidak asyik kalau tidak membicarakan aib, cacat dan kekurangan yang ada pada orang lain, padahal obrolan itu bukanlah perkara ringan dalam pandangan Islam.Ajaran Islam melarang keras aib seseorang diceritakan, dan tidak boleh sekali-kali menyebarkan tentang apa ataubagaimana kondisi yang tidak baik tentang seseorang, bahkan islam mengajarkan untuk menutupinya.
Sebaliknya, Rasulullah memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang menutup aib saudara-saudara mereka, dengan menutup aib mereka di dunia dan akhirat, seperti dalam hadits shahih: "Dan barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah menutup aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Maka beruntung dan berbahagialah orang yang disibukkan oleh aibnya sendiri dari disibukkan dengan aib orang lain. Begitulah Rasulullah Saw menyampaikan dalam sabdanya: "Berbahagialah orang yang disibukkan dengan aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat memperhatikan aib orang lain." (HR Al-Bazzar dengan Sanad hasan).
Sungguh indahnya ajaran Islam yang menuntun kita agar menjaga aib kita sendiri dan menjaga aib orang lain, dan terus berupaya memperbaiki diri.
Wallahu a'lam bishowab.
Salam.
Inka Rahmah
<<<<"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri,
dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,
niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’rof:
32)>>>>>>
Inilah doa yang keluar dari bibir Adam dan Hawa ketika menyadari akan kekeliruannya tidak mentaati perintah Allah swt .Yang akhirnya di keluarkan dari surga.
Umumnya manusia ketika melakukan kesalahan dan dosa lupa kepada Allah swt.Sehingga hidupnya semakin jauh dari Allah swt.
Tenggelam dalam dosa maksiat tanpa adanya kesadaran keluar dr lingkaran perangkap setan.
Manusia dapat saja berbuat keliru dan lupa. Pada dirinya terdapat kelemahan yang dapat dimasuki setan, ia tidak selamanya patuh dan tidak selamanya istiqomah. Akan tetapi ia dapat mengejar kekeliruannya, mengakui kesalahannya, menyesali perbuatan, dan memohon pertolongan dan ampunan kepada Tuhannya. Karena manusia mempunyai potensi untuk kembali ke jalan yang benar dan bertaubat , tidak keterusan dalam maksiat sebagaimana halnya setan.
Ulama besar dan sekaligus pengarang kitab yg sdh mu'tabarah yaitu Sayyid Qutb dalam tafsirnya menjelaskan bahwa, “Sesungguhnya iblis hanya mendatangi mereka dari titik kelemahan mereka dan tempat masuknya syahwat. Tidak ada yang dapat melindungi manusia dari godaan setan itu kecuali dengan memperkuat iman dan zikir, memperkuat pertahanan dari penyesatan dan bisikan jahatnya, mengalahkan syahwat dan menundukan hawa nafsu kepada petunjuk Allah.”
Dan bisikan setan ini tidak diketahui bagaimana caranya, akan tetapi kita dapat mengetahui sasarannya berdasarkan informasi yang benar dari Al-Quran, sasaran penyesatan itu adalah titik kelemahan pada diri manusia. Setan mempermainkan kecenderungan manusia yang tersembunyi, manusia ingin kekal, diberi umur yang panjang sehingga sepertinya kekal, manusia juga ingin memiliki kepemilikan yang tak terbatas padahal usia mereka pendek dan terbatas. Manusia ingin kaya raya,manusia ingin menjadi tokoh nasional yang terkenal,manusia ingin menjadi kyiai kondang,ingin menjadi ulama besar yg di sanjung-sanjung umatnya,manusia ingin suami/isteri yg tampan dan cantik,manusia selalu ingin lebih dari manusia lainnya dan masih banyak lagi jalur-jalur iblis untuk bisa masuk menggoda manusia..Dan semua hawa nafsu yg melekat pada manusia akan menjadi ladang iblis untuk menjerumuskan manusia dalam kesesatan.Padahal semua hawa nafsu dunia adalah perangkap iblis.Dan hanya orang-orang yang memiliki keimanan yg kuat dan istiqomah yang dapat melawan dan melewati semua perangkap iblis laknatulloh.
Dengan mengetahui manipulasi iblis tersebut, diharapkan kita menjadi waspada terhadap hal-hal serupa yang menjadi tempat sasaran iblis dalam menggoda dan menyesatkan manusia.
Semoga kita bisa terhindar dari godaan-godaan setan yg terkutuk.
Dan semoga pula kita di berikan kekuatan Iman utk bisa melawan godaan-godaan yg datang menggoda iman kita.amien.
Wallahu a’lam bisshowab.
Inilah doa yang keluar dari bibir Adam dan Hawa ketika menyadari akan kekeliruannya tidak mentaati perintah Allah swt .Yang akhirnya di keluarkan dari surga.
Umumnya manusia ketika melakukan kesalahan dan dosa lupa kepada Allah swt.Sehingga hidupnya semakin jauh dari Allah swt.
Tenggelam dalam dosa maksiat tanpa adanya kesadaran keluar dr lingkaran perangkap setan.
Manusia dapat saja berbuat keliru dan lupa. Pada dirinya terdapat kelemahan yang dapat dimasuki setan, ia tidak selamanya patuh dan tidak selamanya istiqomah. Akan tetapi ia dapat mengejar kekeliruannya, mengakui kesalahannya, menyesali perbuatan, dan memohon pertolongan dan ampunan kepada Tuhannya. Karena manusia mempunyai potensi untuk kembali ke jalan yang benar dan bertaubat , tidak keterusan dalam maksiat sebagaimana halnya setan.
Ulama besar dan sekaligus pengarang kitab yg sdh mu'tabarah yaitu Sayyid Qutb dalam tafsirnya menjelaskan bahwa, “Sesungguhnya iblis hanya mendatangi mereka dari titik kelemahan mereka dan tempat masuknya syahwat. Tidak ada yang dapat melindungi manusia dari godaan setan itu kecuali dengan memperkuat iman dan zikir, memperkuat pertahanan dari penyesatan dan bisikan jahatnya, mengalahkan syahwat dan menundukan hawa nafsu kepada petunjuk Allah.”
Dan bisikan setan ini tidak diketahui bagaimana caranya, akan tetapi kita dapat mengetahui sasarannya berdasarkan informasi yang benar dari Al-Quran, sasaran penyesatan itu adalah titik kelemahan pada diri manusia. Setan mempermainkan kecenderungan manusia yang tersembunyi, manusia ingin kekal, diberi umur yang panjang sehingga sepertinya kekal, manusia juga ingin memiliki kepemilikan yang tak terbatas padahal usia mereka pendek dan terbatas. Manusia ingin kaya raya,manusia ingin menjadi tokoh nasional yang terkenal,manusia ingin menjadi kyiai kondang,ingin menjadi ulama besar yg di sanjung-sanjung umatnya,manusia ingin suami/isteri yg tampan dan cantik,manusia selalu ingin lebih dari manusia lainnya dan masih banyak lagi jalur-jalur iblis untuk bisa masuk menggoda manusia..Dan semua hawa nafsu yg melekat pada manusia akan menjadi ladang iblis untuk menjerumuskan manusia dalam kesesatan.Padahal semua hawa nafsu dunia adalah perangkap iblis.Dan hanya orang-orang yang memiliki keimanan yg kuat dan istiqomah yang dapat melawan dan melewati semua perangkap iblis laknatulloh.
Dengan mengetahui manipulasi iblis tersebut, diharapkan kita menjadi waspada terhadap hal-hal serupa yang menjadi tempat sasaran iblis dalam menggoda dan menyesatkan manusia.
Semoga kita bisa terhindar dari godaan-godaan setan yg terkutuk.
Dan semoga pula kita di berikan kekuatan Iman utk bisa melawan godaan-godaan yg datang menggoda iman kita.amien.
Wallahu a’lam bisshowab.
Inka Rahmah
<<<<"“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka
sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." Berkatalah ia:
"Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta,
padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman:
"Demikianlah, telah datang kepadamu
ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini
kamupun dilupakan." (QS. Thoha: 124-126)>>>>>>
Berangkat dari keadaan manusia yang selalu dinamis dalam kehidupan.Sehingga manusia terkadang Imannya naik dan terkadang imannya menurun.Idealis nya sbg seorang hamba yang benar-benar mengenal ALLah dan cinta kepadaNya,selalu di hiasi dgn keimanan yang sempurna kepadaNya.Sehingga ketaatan kepadaNya berjalan secara mudawwamah sehingga keimanannya terus semakin bertambah.Ketika berbicara tentang akhirat kadangkala hanya mampu menyentuh hati dalam dimensi waktu sejenak yang tidak bertahan lama. Itu terjadi bukan karena akhirat tidaklah begitu penting untuk selalu diingat, namun karena persentuhan antara dunia yang berada nyata secara terus menerus dan bayangan akhirat yang seakan masih jauh membuat pandangan akan kehidupan akhirat mudah terlupakan hanya dalam beberapa saat setelah ia nampak begitu jelas di depan mata yang setelah mentadaburi ayat-ayat Allah yang kadang disertai dengan cucuran air mata.Orang-orang yang ada di dalam hatinya iman selalu tersadarkan jiwanya untuk mengingat hari akhirat. Namun ada di antara manusia yang tak pernah terbayangkan sama sekali baginya bagaimana akhirat? Sedangkan hari-harinya dipenuhi dengan kesibukan dunia, harta dan nafsu. Maka sangat wajar kalau akhirat bukanlah hal yang penting untuk menjadi bahan pikiran dan ambisi demi mencapai kebahagiaan hidup di sana kelak. Mata hatinya telah ditutupi dengan keduniaan sehingga akhirat tidak lagi nampak. Di dalam surat Al-Isra ayat 72, Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.
Sudah terlalu banyak nikmatNya yang telah kita kufuri...
Sudah terlalu sering kita tidak sabar akan segala Ujian-ujian yg datang dariNya....
Sudah terlalu banyak kita meninggalkan kewajiban-kewajiban kita sebagai HambaNya...
Nikmat Allah yang mana lagi yang kita akan kufuri...????
Kita sdh terlalu sering mengisi hati kita dgn ketamakan dan kerakusan sehingga membutakan matahati kita kepada Allah swt..
Subhanallah....Astaghfirlloh.. ..
Nafsu dunia telah membutakan hati kita untuk mengenal Allah swt...
Mudah-mudahan hati kita tidak ditutupi selalu dengan keduniaan sehingga keindahan kehidupan di akhirat selalu nampak terang di depan mata kita, ada bayang-bayangnya yang membuat kita rindu menuju ke sana, rindu bertemu Allah, rindu bertemu Rosulullah, rindu untuk dapat tinggal di surga.
Jadikanlah impian terbesar kita untuk menjadi Hamba Allah swt dan bukan menjadi Hamba Dunia .
Ikhlas,sabar dan bersyukurlah dalam menjalani kehidupan ini.
Bukalah matahati kita utk selalu mendengar dan mengikuti petunjuk-petunjuk dr Allah swt melalui Al-quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Wallohu a'lam bishowab..
Salam.
Berangkat dari keadaan manusia yang selalu dinamis dalam kehidupan.Sehingga manusia terkadang Imannya naik dan terkadang imannya menurun.Idealis nya sbg seorang hamba yang benar-benar mengenal ALLah dan cinta kepadaNya,selalu di hiasi dgn keimanan yang sempurna kepadaNya.Sehingga ketaatan kepadaNya berjalan secara mudawwamah sehingga keimanannya terus semakin bertambah.Ketika berbicara tentang akhirat kadangkala hanya mampu menyentuh hati dalam dimensi waktu sejenak yang tidak bertahan lama. Itu terjadi bukan karena akhirat tidaklah begitu penting untuk selalu diingat, namun karena persentuhan antara dunia yang berada nyata secara terus menerus dan bayangan akhirat yang seakan masih jauh membuat pandangan akan kehidupan akhirat mudah terlupakan hanya dalam beberapa saat setelah ia nampak begitu jelas di depan mata yang setelah mentadaburi ayat-ayat Allah yang kadang disertai dengan cucuran air mata.Orang-orang yang ada di dalam hatinya iman selalu tersadarkan jiwanya untuk mengingat hari akhirat. Namun ada di antara manusia yang tak pernah terbayangkan sama sekali baginya bagaimana akhirat? Sedangkan hari-harinya dipenuhi dengan kesibukan dunia, harta dan nafsu. Maka sangat wajar kalau akhirat bukanlah hal yang penting untuk menjadi bahan pikiran dan ambisi demi mencapai kebahagiaan hidup di sana kelak. Mata hatinya telah ditutupi dengan keduniaan sehingga akhirat tidak lagi nampak. Di dalam surat Al-Isra ayat 72, Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.
Sudah terlalu banyak nikmatNya yang telah kita kufuri...
Sudah terlalu sering kita tidak sabar akan segala Ujian-ujian yg datang dariNya....
Sudah terlalu banyak kita meninggalkan kewajiban-kewajiban kita sebagai HambaNya...
Nikmat Allah yang mana lagi yang kita akan kufuri...????
Kita sdh terlalu sering mengisi hati kita dgn ketamakan dan kerakusan sehingga membutakan matahati kita kepada Allah swt..
Subhanallah....Astaghfirlloh..
Nafsu dunia telah membutakan hati kita untuk mengenal Allah swt...
Mudah-mudahan hati kita tidak ditutupi selalu dengan keduniaan sehingga keindahan kehidupan di akhirat selalu nampak terang di depan mata kita, ada bayang-bayangnya yang membuat kita rindu menuju ke sana, rindu bertemu Allah, rindu bertemu Rosulullah, rindu untuk dapat tinggal di surga.
Jadikanlah impian terbesar kita untuk menjadi Hamba Allah swt dan bukan menjadi Hamba Dunia .
Ikhlas,sabar dan bersyukurlah dalam menjalani kehidupan ini.
Bukalah matahati kita utk selalu mendengar dan mengikuti petunjuk-petunjuk dr Allah swt melalui Al-quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Wallohu a'lam bishowab..
Salam.
Inka Rahmah
>>>>"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan
mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat
kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf: 16)>>>>>>
Demikian dekat Tuhan kepada kita sampai kita lengah,lalai,dan tidak menyadarinya kalau kita sesungguhnya hidup selalu berdekatan kepada Tuhan.Seolah-olah diri kita dan Tuhan tidak pernah terpisah keberadaannya.Kemana saja kita pergi di sana ada TUHAN.Sehingga Tuhan meliputi seluruh makhluknya secara jelas dan nyata.Kalau kita dekat dgn Tuhan kenapa kita harus risau dengan ketetapan-ketetapannya?
Pengertian "dekat kepada Allah s.w.t. dengan kita" ialah dekat pada ilmu,pada kekuasaan (qudrat) dan paa kehendak (iradah). DekatNya Allah dengan kita pada 'Ilmu', artinya segala sesuatu apa pun yang terdapat pada kita dan yang terjadi pada kita, lahir dan bathin, semuanya diketahui oleh Allah s.w.t. dengan IlmuNya sejak azali, artinya sejak alam mayapada ini belum diciptakanNya, selain yang ada hanya Dia, yakni Allah s.w.t.
Dekatnya Allah dengan kita pada 'kekuasaan' (qudrat), artinya segala sesuatu apa pun, baik yang adanya dari tiak ada atau kebalikannya, ataupun apa saja yang terjadi, sama sekali tidak l;uput dari kekuasaanNya atau mqudratNya. Maka demikian pulalah dengan iradahNya (kehendakNya). Dan atas inilah semua tafsir dari dirman-firman Allah s.w.t. yang menggambarkan dekatNya kepada makhluk-makhlukNya .
"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat." (Al-Waqi'ah: 85)
"...Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Hadid: 4)
Apabila hal keadaan ini semua sudah merupakan Ilmul-Yaqin bagi kita, kemudian masuk meresap ke dalam bathin penghayatan kita, maka barulah ketika itu hati dan semua perasaan kita dapat melihat bahwa Allah s.w.t. dekat dengan kita. Dia melihat kita dan melihat segala gerak-gerik kita, lahiriah kita dan bathiniah kita. Barulah ketika itu kita merasakan cinta kepadaNya dengan melaksanakan apa-apa yang diridhaiNya, dan begitu takut padaNya apabila terkerjakan apa-apa yang tidak diridhaiNya. Dan pada ketika itu pula kita senantiasa menjaga dan memelihara adab dan akhlak terhadapNya dengan adab-adab kita sebagai hambaNya kepada Dia yang bersifat dengan kemahasempurnaan dalam sekalian sifat-sifatNya.
Penghayatan yang sedemikian rupa adalah merupakan zikrullah yang paling penting yakni ingatnya kita kepadaNya dalam segala pekerjaan lahiriah yang kita sedang kerjakan, apakah itu bersifat dunia atau bersifat agama. Dan apalagi jikalau penghayatan yang demikian itu kita bawa serta ke dalam shalat kita dan ibadat-ibadat kita lainnya.
Salam.
Demikian dekat Tuhan kepada kita sampai kita lengah,lalai,dan tidak menyadarinya kalau kita sesungguhnya hidup selalu berdekatan kepada Tuhan.Seolah-olah diri kita dan Tuhan tidak pernah terpisah keberadaannya.Kemana saja kita pergi di sana ada TUHAN.Sehingga Tuhan meliputi seluruh makhluknya secara jelas dan nyata.Kalau kita dekat dgn Tuhan kenapa kita harus risau dengan ketetapan-ketetapannya?
Pengertian "dekat kepada Allah s.w.t. dengan kita" ialah dekat pada ilmu,pada kekuasaan (qudrat) dan paa kehendak (iradah). DekatNya Allah dengan kita pada 'Ilmu', artinya segala sesuatu apa pun yang terdapat pada kita dan yang terjadi pada kita, lahir dan bathin, semuanya diketahui oleh Allah s.w.t. dengan IlmuNya sejak azali, artinya sejak alam mayapada ini belum diciptakanNya, selain yang ada hanya Dia, yakni Allah s.w.t.
Dekatnya Allah dengan kita pada 'kekuasaan' (qudrat), artinya segala sesuatu apa pun, baik yang adanya dari tiak ada atau kebalikannya, ataupun apa saja yang terjadi, sama sekali tidak l;uput dari kekuasaanNya atau mqudratNya. Maka demikian pulalah dengan iradahNya (kehendakNya). Dan atas inilah semua tafsir dari dirman-firman Allah s.w.t. yang menggambarkan dekatNya kepada makhluk-makhlukNya .
"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat." (Al-Waqi'ah: 85)
"...Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Hadid: 4)
Apabila hal keadaan ini semua sudah merupakan Ilmul-Yaqin bagi kita, kemudian masuk meresap ke dalam bathin penghayatan kita, maka barulah ketika itu hati dan semua perasaan kita dapat melihat bahwa Allah s.w.t. dekat dengan kita. Dia melihat kita dan melihat segala gerak-gerik kita, lahiriah kita dan bathiniah kita. Barulah ketika itu kita merasakan cinta kepadaNya dengan melaksanakan apa-apa yang diridhaiNya, dan begitu takut padaNya apabila terkerjakan apa-apa yang tidak diridhaiNya. Dan pada ketika itu pula kita senantiasa menjaga dan memelihara adab dan akhlak terhadapNya dengan adab-adab kita sebagai hambaNya kepada Dia yang bersifat dengan kemahasempurnaan dalam sekalian sifat-sifatNya.
Penghayatan yang sedemikian rupa adalah merupakan zikrullah yang paling penting yakni ingatnya kita kepadaNya dalam segala pekerjaan lahiriah yang kita sedang kerjakan, apakah itu bersifat dunia atau bersifat agama. Dan apalagi jikalau penghayatan yang demikian itu kita bawa serta ke dalam shalat kita dan ibadat-ibadat kita lainnya.
Salam.
Inka Rahmah
<<<<"Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi
mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan
tidak (pula) mendahulukannya. (QS. An Nahl :
61)''>>>>>>.
Ketahuilah..kematian itu akan datang menemui siapa saja di antara kita.Kematian datang tidak mengenal status sosial,jabatan,tua ataupun muda.Kematian akan selalu mengikuti anda kemanapun anda pergi dan di manapun anda berada.Oleh karena itu,...hidup yang sangat singkat ini harus diisi dengan memperbanyak bekal. Selagi kematian belum datang maka hidup ini harus dipenuhi dengan amal.
Ada tiga amal istimewa yang tidak akan terputus pahalanya meskipun kita telah berada di alam barzakh. Pahala tiga amal itu yaitu Rasulullah SAW bersabda :''Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendo’akannya. (HR. Muslim dan Ahmad)
Ketika kita menyadari hidup ini adalah sangat singkat,maka yg harus tertanam dalam jiwa kita adalah bagaimana kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan meninggalkan prilaku keburukan-keburukan dan kemaksiatan.Toh..kalaupun yang anda rebutkankan dan perjuangan itu tidak menjadikan bekal utk hidup di akhirat nanti,perjuangan dan pengorbananmu menjadi percuma.
Oleh karena itu,3 bekal yg akan kita bawa kelak yg akan menyambungkan diri kita di akhirat kelak.
Oleh karenanya penting mencetak anak-anak yg sholeh dan sholehah ketika di dunia.Nabi Ibrahim as.dalam hal anak sholeh ,beliau meminta kepada Allah swt dgn Doa nya:"Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Ash Shafat : 100).
Dan firman Allah swt :"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan : 74)
Bagitupun amal jariah yg kita sedekahkan di jalan Allah,harus kita peroleh dgn cara dan jalan yg di ridhloi Allah swt.yaitu dari rezeki HALAL DAN TOYYIBAN.yakni rezeki yg halal dan bagus dlm memperolehnya dlm pandangan Allah swt.
Dan amal yg lainya yaitu Ilmu yg bermanfaat; Yaitu ilmu yang diajarkan kepada orang lain, lalu orang itu mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain, dan demikian seterusnya. Maka sepanjang ilmu itu terus bergulir, diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan diamalkan, orang yang mengajarkannya mendapatkan limpahan pahala yang terus mengalir itu.
Oleh karena itu,marilah kita investasikan ketika kita masih hidup di dunia ini,dgn investasi sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kedua orangtuanya untuk kehidupan kita di akhirat kelak nanti.
Salam.
Ketahuilah..kematian itu akan datang menemui siapa saja di antara kita.Kematian datang tidak mengenal status sosial,jabatan,tua ataupun muda.Kematian akan selalu mengikuti anda kemanapun anda pergi dan di manapun anda berada.Oleh karena itu,...hidup yang sangat singkat ini harus diisi dengan memperbanyak bekal. Selagi kematian belum datang maka hidup ini harus dipenuhi dengan amal.
Ada tiga amal istimewa yang tidak akan terputus pahalanya meskipun kita telah berada di alam barzakh. Pahala tiga amal itu yaitu Rasulullah SAW bersabda :''Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendo’akannya. (HR. Muslim dan Ahmad)
Ketika kita menyadari hidup ini adalah sangat singkat,maka yg harus tertanam dalam jiwa kita adalah bagaimana kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan meninggalkan prilaku keburukan-keburukan dan kemaksiatan.Toh..kalaupun yang anda rebutkankan dan perjuangan itu tidak menjadikan bekal utk hidup di akhirat nanti,perjuangan dan pengorbananmu menjadi percuma.
Oleh karena itu,3 bekal yg akan kita bawa kelak yg akan menyambungkan diri kita di akhirat kelak.
Oleh karenanya penting mencetak anak-anak yg sholeh dan sholehah ketika di dunia.Nabi Ibrahim as.dalam hal anak sholeh ,beliau meminta kepada Allah swt dgn Doa nya:"Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Ash Shafat : 100).
Dan firman Allah swt :"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan : 74)
Bagitupun amal jariah yg kita sedekahkan di jalan Allah,harus kita peroleh dgn cara dan jalan yg di ridhloi Allah swt.yaitu dari rezeki HALAL DAN TOYYIBAN.yakni rezeki yg halal dan bagus dlm memperolehnya dlm pandangan Allah swt.
Dan amal yg lainya yaitu Ilmu yg bermanfaat; Yaitu ilmu yang diajarkan kepada orang lain, lalu orang itu mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain, dan demikian seterusnya. Maka sepanjang ilmu itu terus bergulir, diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan diamalkan, orang yang mengajarkannya mendapatkan limpahan pahala yang terus mengalir itu.
Oleh karena itu,marilah kita investasikan ketika kita masih hidup di dunia ini,dgn investasi sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kedua orangtuanya untuk kehidupan kita di akhirat kelak nanti.
Salam.
Inka Rahmah
<<<<“Dan sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian,
maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Maryam:
36)>>>>>>.
Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Terkadang dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian dalam perjalanan hidup.Hidup bagaikan di atas perahu yang terombang di tengah samudera lautan kesana dan kemari mengikuti arus takdir sang maha pengatur.
Ada yang takut dan juga ada yg berani mengahadapi segala gelombang ujian yang datang menghampirinya.Oleh karena itu,agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup.
Yang pertama Istiqomah,yaitu teguh dalam aqidah dan beribadah.
Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halal, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.
Yang Kedua Istikharah,yaitu selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan.
Orang yang jalannya selalu istikharah akan di bimbing oleh Allah secara langsung di dalam setiap pilihan-pilihan hidup yang akan di jalaninya.Sungguh indah hidup,kalau yang empunya hidup yang memilihkannya.Karena kalau kita secara bebas memilihnya mungkin pilihan kita lebih banyak di dorong oleh hawa nafsu kita yg bersemayam di dalam diri kita.
Yang ketiga,istighfar(minta ampun kepada Allah swt),yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati.
Karena tidak ada satu makhluk yang bernama manusiapun yang tidak pernah berdosa.Semua manusia pernah melakukan dosa.Dan sebaik-baiknya orang yang berdosa yaitu orang yang meminta ampun atas segala dosanya.Boleh jadi kesusahan dan kesulitan yang anda hadapi saat ini karena dosa-dosa anda di masa lalu.Yang itu harus secepatnya bertaubat kepada Allah swt utk di bukakan setiap simpul-simpul kesulitan dan kesusahan hidup yang anda alamai saat ini.Dalam skala berbangsa ,mungkin juga kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat secara nasional.
Semoga kita semua di berikan kekuatan di dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini,dan tidak goyah oleh ujian apapun yang datang kepada kita.Hanya berserah kepadaNya lah,kita serahkan semuanya di atas tadbir kehendakNya.
Wallohu a'lam bi shawab.
Salam.
Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Terkadang dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian dalam perjalanan hidup.Hidup bagaikan di atas perahu yang terombang di tengah samudera lautan kesana dan kemari mengikuti arus takdir sang maha pengatur.
Ada yang takut dan juga ada yg berani mengahadapi segala gelombang ujian yang datang menghampirinya.Oleh karena itu,agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup.
Yang pertama Istiqomah,yaitu teguh dalam aqidah dan beribadah.
Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halal, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.
Yang Kedua Istikharah,yaitu selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan.
Orang yang jalannya selalu istikharah akan di bimbing oleh Allah secara langsung di dalam setiap pilihan-pilihan hidup yang akan di jalaninya.Sungguh indah hidup,kalau yang empunya hidup yang memilihkannya.Karena kalau kita secara bebas memilihnya mungkin pilihan kita lebih banyak di dorong oleh hawa nafsu kita yg bersemayam di dalam diri kita.
Yang ketiga,istighfar(minta ampun kepada Allah swt),yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati.
Karena tidak ada satu makhluk yang bernama manusiapun yang tidak pernah berdosa.Semua manusia pernah melakukan dosa.Dan sebaik-baiknya orang yang berdosa yaitu orang yang meminta ampun atas segala dosanya.Boleh jadi kesusahan dan kesulitan yang anda hadapi saat ini karena dosa-dosa anda di masa lalu.Yang itu harus secepatnya bertaubat kepada Allah swt utk di bukakan setiap simpul-simpul kesulitan dan kesusahan hidup yang anda alamai saat ini.Dalam skala berbangsa ,mungkin juga kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat secara nasional.
Semoga kita semua di berikan kekuatan di dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini,dan tidak goyah oleh ujian apapun yang datang kepada kita.Hanya berserah kepadaNya lah,kita serahkan semuanya di atas tadbir kehendakNya.
Wallohu a'lam bi shawab.
Salam.
Inka Rahmah
<<<<"“Dan
perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan
bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki
kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepada kalian. Dan akibat (yang
baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaahaa :
132)>>>>>>.
Akhi....
Ukhti....
Di tengah kehidupan yang senantiasa bergulir...dengan hati yg penuh ketundukan dan mengharapkan keridhoaan Allah.Kesadaran kemudian muncul dengan tekad untuk menjadi hamba yang Allah yang taat.Sehingga manusia selalu bertempur dengan hawa nafsu yang ada pada dirinya masing-masing .Namun kadangkala pertempuran batin itu menghasilkan 2 bentuk hasil yaitu kekalahan dan kemenangan.Oleh sebab itulah melalui media fb ini marilah sama2 kita tingkatkan kwalitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt,takwa yg dapat di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Menjadi Insan yang bertaqwa bukan perkara yang mudah,butuh perjuangan di dalam segala aspek kehidupan kita.
Oleh karena itu...sudah selayaknya lah kita menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-laranganNya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.Karena bagaimanapun tujuan akhir hidup kita untuk berjumpa dengan Allah,maka di dunia kita harus beribadah dengan penuh penghayatan dan kesabaran dengan jiwa yang bersih nan suci.Karena perjumpaan kita kepadaNya adalah perjumpaan nan agung bagi pribadi yang bertaqwa.
Mengingat dan di ingat semua karunia Allah yang di berikan kepada kita adalah rezeki dariNya yang di peruntukan untuk manusia di dalam memperjuangkan nilai-nilai ilahiyyah yaitu perjuangan menegakan agama islam dengan berorientasi pada konsep amar makruf dan nahyi munkar.
Orang yang benar imannya pasti benar amal nya.Karena orang yang beramal hanya untuk Allah , kepada Allah dan menuju Allah ikhlas karena Allah,itulah iman yang benar.Oleh karena itu ,ketika kita beramal di dunia jangan lah ibadah-ibadah kita di niatkan kepada unsur-unsur selain Allah swt. Naudzubillah min jaalik..
Bersyukurlah kepada Allah atas rezeki yang telah Allah swt berikan kepada kita...dengan cara menyalurkan di jalan Allah swt.
Salam.
Akhi....
Ukhti....
Di tengah kehidupan yang senantiasa bergulir...dengan hati yg penuh ketundukan dan mengharapkan keridhoaan Allah.Kesadaran kemudian muncul dengan tekad untuk menjadi hamba yang Allah yang taat.Sehingga manusia selalu bertempur dengan hawa nafsu yang ada pada dirinya masing-masing .Namun kadangkala pertempuran batin itu menghasilkan 2 bentuk hasil yaitu kekalahan dan kemenangan.Oleh sebab itulah melalui media fb ini marilah sama2 kita tingkatkan kwalitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt,takwa yg dapat di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Menjadi Insan yang bertaqwa bukan perkara yang mudah,butuh perjuangan di dalam segala aspek kehidupan kita.
Oleh karena itu...sudah selayaknya lah kita menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-laranganNya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.Karena bagaimanapun tujuan akhir hidup kita untuk berjumpa dengan Allah,maka di dunia kita harus beribadah dengan penuh penghayatan dan kesabaran dengan jiwa yang bersih nan suci.Karena perjumpaan kita kepadaNya adalah perjumpaan nan agung bagi pribadi yang bertaqwa.
Mengingat dan di ingat semua karunia Allah yang di berikan kepada kita adalah rezeki dariNya yang di peruntukan untuk manusia di dalam memperjuangkan nilai-nilai ilahiyyah yaitu perjuangan menegakan agama islam dengan berorientasi pada konsep amar makruf dan nahyi munkar.
Orang yang benar imannya pasti benar amal nya.Karena orang yang beramal hanya untuk Allah , kepada Allah dan menuju Allah ikhlas karena Allah,itulah iman yang benar.Oleh karena itu ,ketika kita beramal di dunia jangan lah ibadah-ibadah kita di niatkan kepada unsur-unsur selain Allah swt. Naudzubillah min jaalik..
Bersyukurlah kepada Allah atas rezeki yang telah Allah swt berikan kepada kita...dengan cara menyalurkan di jalan Allah swt.
Salam.
Inka Rahmah
<<<<“""Dan
tidaklah Muhammad itu kecuali seorang Rasul. Sudah berlalu rasul-rasul
lain sebelumnya. Kerana itu, Apakah jika Muhammad meninggal dunia atau
terbunuh, kamu akan murtad dan kembali kepada agama nenek moyang kamu?
Sungguh barang siapa murtad kembali kepada agama nenek moyang, tidak
sedikit pun menimbulkan kerugian kepada Allah SWT. Dan Allah akan menganjarkan pahala bagi orang-orang yang bersyukur." (Ali Imran:144) >>>>>>.
Di zaman sekarang ini kita sedang mengalami krisis idola.Tontonan televisi dan media lainnya telah banyak meracuni sebagian dari generasi muda-mudi kita.Sehingga apapun yang datangnya dari idola mereka di televisi mereka contoh dan tiru tanpa memikirkan apakah yang di tiru dan di contohnya itu bertentangan dengan ajaran islam ataupun tidak.Mereka mencontoh artis idolanya secara membabi buta.Dari model pakaian mewah sampai pada model pakaian compang-camping,dari mewarnai rambut sampai mentatto kulit,bahkan sampai meniru di luar batas - batas norma kesusilaan.Dan apa-apa yang datangnya dr barat di ambil tanpa adanya filterisasi,sehingga westernisasi melanda dan mewabah pada generasi muda kita.Inilah wajah generasi muda-mudi kita saat ini.Mereka kehilangan arah dalam mencari suri tauladan untuk di tiru.Padahal Allah swt telah berfirman:"Sungguh terdapat dalam diri Rosulullah suri tauladan yang baik" (Al-Ahzab: 21).
Seorang sosok pribadi yang mulia, yang begitu mencintai umatnya, saat kematian akan menjemput beliau yang beliau ingat dan pikirkan adalah umatnya. Hari-hari Rosulullah pun semasa hidupnya adalah memperhatikan bagaimana umatnya mendapat kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akherat.
Rosulullah bukan hanya menjadi rahmat buat kaum muslimin yang menjadikan beliau sebagai panutan dan contoh sejati dalam merealisasikan ketaatan kepada Allah, dalam bersosialisasi sehari, menjadi ayah, menjadi suami, menjadi kakek bahkan menjadi seorang pemimpin. Tetapi Rosulullah juga adalah rahmat untuk alam sejagat ini, yang di sana hidup manusia-manusia yang tak pernah tahu dan mau tahu buat apa mereka diciptakan oleh Allah. Dengan diutusnya Rosulullah saw ke dunia, dengan membawa cahaya islam, Islam telah mampu merubah kehidupan umat manusia ke arah kehidupan yang penuh makna, menerangi dengan ilmu pengetahuan dan kemakmuran.
Itulah rosulullah saw yang patut kita tiru dan kita jadikan idola dalam kehidupan kita.
Banyak sisi dari kisah kehidupan Rosulullah yang mesti diteladani oleh umat islam, apalagi pada saat sekarang ini, bangsa kita sangat membutuhkan pemimpin yang dapat membimbing bangsa yang bukan hanya selamat dari krisis global, tapi yang lebih penting dari pada itu seorang pemimpinyang juga dapat membimbing bangsa hingga mereka selamat di akherat kelak.
Oleh karena itu,Mencintai Rosulullah adalah kewajiban, membela kehormatan Rosulullah merupakan keharusan, karena itu adalah tanda dari keimanan. Sebagaimana sabda Rosulullah:"Tidak beriman salah seoarang dari kalian sehinga menjadikan Aku lebih dicintai dari anak dan orangtuanya dan seluruh manusia."
Kecintaan orang beriman kepada Rasulnya yang tidak pernah putus sekalipun oleh kematian karena kecintaan atas dasar iman itu tetap lestari dan abadi.
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad.
Salam @@@
Di zaman sekarang ini kita sedang mengalami krisis idola.Tontonan televisi dan media lainnya telah banyak meracuni sebagian dari generasi muda-mudi kita.Sehingga apapun yang datangnya dari idola mereka di televisi mereka contoh dan tiru tanpa memikirkan apakah yang di tiru dan di contohnya itu bertentangan dengan ajaran islam ataupun tidak.Mereka mencontoh artis idolanya secara membabi buta.Dari model pakaian mewah sampai pada model pakaian compang-camping,dari mewarnai rambut sampai mentatto kulit,bahkan sampai meniru di luar batas - batas norma kesusilaan.Dan apa-apa yang datangnya dr barat di ambil tanpa adanya filterisasi,sehingga westernisasi melanda dan mewabah pada generasi muda kita.Inilah wajah generasi muda-mudi kita saat ini.Mereka kehilangan arah dalam mencari suri tauladan untuk di tiru.Padahal Allah swt telah berfirman:"Sungguh terdapat dalam diri Rosulullah suri tauladan yang baik" (Al-Ahzab: 21).
Seorang sosok pribadi yang mulia, yang begitu mencintai umatnya, saat kematian akan menjemput beliau yang beliau ingat dan pikirkan adalah umatnya. Hari-hari Rosulullah pun semasa hidupnya adalah memperhatikan bagaimana umatnya mendapat kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akherat.
Rosulullah bukan hanya menjadi rahmat buat kaum muslimin yang menjadikan beliau sebagai panutan dan contoh sejati dalam merealisasikan ketaatan kepada Allah, dalam bersosialisasi sehari, menjadi ayah, menjadi suami, menjadi kakek bahkan menjadi seorang pemimpin. Tetapi Rosulullah juga adalah rahmat untuk alam sejagat ini, yang di sana hidup manusia-manusia yang tak pernah tahu dan mau tahu buat apa mereka diciptakan oleh Allah. Dengan diutusnya Rosulullah saw ke dunia, dengan membawa cahaya islam, Islam telah mampu merubah kehidupan umat manusia ke arah kehidupan yang penuh makna, menerangi dengan ilmu pengetahuan dan kemakmuran.
Itulah rosulullah saw yang patut kita tiru dan kita jadikan idola dalam kehidupan kita.
Banyak sisi dari kisah kehidupan Rosulullah yang mesti diteladani oleh umat islam, apalagi pada saat sekarang ini, bangsa kita sangat membutuhkan pemimpin yang dapat membimbing bangsa yang bukan hanya selamat dari krisis global, tapi yang lebih penting dari pada itu seorang pemimpinyang juga dapat membimbing bangsa hingga mereka selamat di akherat kelak.
Oleh karena itu,Mencintai Rosulullah adalah kewajiban, membela kehormatan Rosulullah merupakan keharusan, karena itu adalah tanda dari keimanan. Sebagaimana sabda Rosulullah:"Tidak beriman salah seoarang dari kalian sehinga menjadikan Aku lebih dicintai dari anak dan orangtuanya dan seluruh manusia."
Kecintaan orang beriman kepada Rasulnya yang tidak pernah putus sekalipun oleh kematian karena kecintaan atas dasar iman itu tetap lestari dan abadi.
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad.
Salam @@@
Inka Rahmah
<<<<“ "Sesungguhnya mukmin itu bersaudara" (Surah al-Hujuraat:ayat 10) >>>>>>.
Setiap pribadi orang mukmin adalah bersaudara .Satu mukmin akan menguatkan mukmin lainnya.Apabila mukmin yang lainnya sakit,maka secara otomatis mukmin yg lainnya akan merasakan juga.Itulah gambaran gamblang yg di jelaskan oleh rosululloh SAW.Hal itu terjadi karena iman yang tertanam di dalam hati sama-sama menuju kepada yang satu,yakni Allah swt.Ukhuwah akan terjalin manakala hubungan keimanan di dalam hati kuat.Sehingga orang yang beriman tidak akan saling bermusuhan satu dengan yang lainnya.Bila iman telah tertanam, orang lain yang jauh pun bisa menjadi saudara dekat. Ukhuwah, persaudaraan yang dibangun atas dasar iman, memang tak kenal batas. Apalagi ras, suku, bahkan negara. Betapa banyak orang yang tak punya hubungan darah dan kerabat. Tetapi menjadi saudara lantaran iman yang menyatukan hati mereka.Sehingga sebab iman ukhuwah akan menciptakan sebuah kebersamaan di dalamnya dalam segala sesuatu kebaikan.Rasa kebersamaan atas dasar iman dan kesatuan perjuang menjadikan orang-orang yang bergabung di dalamnya betul-betul saling mencintai karena Allah, rela berkorban, tanpa pamrih, saling menopang dan melakukan apa saja untuk menggapai ridho Allah ta'ala, tidak untuk yang lain. Karena ada sesuatu yang ingin mereka persembahkan kepada Allah secara bersama-sama. Berupa amal sholih, yang diinginkan hanyalah ganjaran di akherat kelak berupa surga-Nya semata.
Indahnya ukhuwah kalau di landasi oleh iman....
Ukhuwah yang di landasi iman juga akan memunculkan sifat yang mulia yaitu,mengutamakan kepentingan orang lain diatas keperluan diri sendiri. Rela berkorban tanpa pamrih di dalam membantu saudaranya seiman dan sekeyakinan kepada Allah swt.
Saling syang menyayangi,dan saling mencintai sesama saudara dengan hati yang ikhlas hanya karena Allah swt.Hal ini sesuai dgn Hadist:"”Sesungguhnya di dalam surga ada tiang dari permata yakut, di atasnya ada kamar-kamar indah, terdapat pintu yang terbuka dan bisersinar seperti bersinarnya bintang-bintang. Kami bertnya: "Ya Rosulullah, siapa yang tinggal di dalamnya? Rosulullah menjawab: "Mereka orang-orwang yang saling mencintai karena Allah, saling duduk karena Allah, saling bertemu karena Allah. (HR. Al-Bazzar).
Itulah ganjaran yang dijanjikan buat mereka yang saling mencintai karena Allah, saling membantu hanya karena Allah, saling bersaudara karena Allah.
Rosulullah saw bersabda: “Barang siapa yang meringankan satu penderitaan dari seorang mukmin di dunia Allah akan meringankan beban penderitaannya di akherat. Siapa yang memudahkan kesusahan orang di dunia, Allah akan mudahkan kususahannya di dunia dan akherat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, jika ia menolong saudaranya. (HR. Muslim)
Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, melimpakan keberkahan kepada kita semua. Mempertautkan hati-hati kita sehingga menjadi hamba-hamba-Nya yang bersaudara. Setelah itu kita cuma berharap kepada Allah agar menguatkan ikatan hati ini untuk saling bekerjasama dalam kebaikan dan ketaatan. Mengumpulkan jiwa-jiwa kita menjadi jiwa-jiwa yang lembut penuh kecintaan dan kasih sayang. Sehingga mendapatkan surga yang Allah janjikan di akherat untuk mereka yang saling mencintai karena Allah, tidak ada keindahan yang lebih kita inginkan dari kebersamaan dan berkumpul di surga Allah di akherat kelak.
Berkumpul dengan saudara-saudara kita di akhirat di karenakan amal-amal sholih yang sama ,ketika hidup di dunia.Oleh karena itu bergegaslah dalam jalan ampunan Allah swt.Wa sari'uu ilaa maghfiroti robbikum...
Salam @@@
Setiap pribadi orang mukmin adalah bersaudara .Satu mukmin akan menguatkan mukmin lainnya.Apabila mukmin yang lainnya sakit,maka secara otomatis mukmin yg lainnya akan merasakan juga.Itulah gambaran gamblang yg di jelaskan oleh rosululloh SAW.Hal itu terjadi karena iman yang tertanam di dalam hati sama-sama menuju kepada yang satu,yakni Allah swt.Ukhuwah akan terjalin manakala hubungan keimanan di dalam hati kuat.Sehingga orang yang beriman tidak akan saling bermusuhan satu dengan yang lainnya.Bila iman telah tertanam, orang lain yang jauh pun bisa menjadi saudara dekat. Ukhuwah, persaudaraan yang dibangun atas dasar iman, memang tak kenal batas. Apalagi ras, suku, bahkan negara. Betapa banyak orang yang tak punya hubungan darah dan kerabat. Tetapi menjadi saudara lantaran iman yang menyatukan hati mereka.Sehingga sebab iman ukhuwah akan menciptakan sebuah kebersamaan di dalamnya dalam segala sesuatu kebaikan.Rasa kebersamaan atas dasar iman dan kesatuan perjuang menjadikan orang-orang yang bergabung di dalamnya betul-betul saling mencintai karena Allah, rela berkorban, tanpa pamrih, saling menopang dan melakukan apa saja untuk menggapai ridho Allah ta'ala, tidak untuk yang lain. Karena ada sesuatu yang ingin mereka persembahkan kepada Allah secara bersama-sama. Berupa amal sholih, yang diinginkan hanyalah ganjaran di akherat kelak berupa surga-Nya semata.
Indahnya ukhuwah kalau di landasi oleh iman....
Ukhuwah yang di landasi iman juga akan memunculkan sifat yang mulia yaitu,mengutamakan kepentingan orang lain diatas keperluan diri sendiri. Rela berkorban tanpa pamrih di dalam membantu saudaranya seiman dan sekeyakinan kepada Allah swt.
Saling syang menyayangi,dan saling mencintai sesama saudara dengan hati yang ikhlas hanya karena Allah swt.Hal ini sesuai dgn Hadist:"”Sesungguhnya di dalam surga ada tiang dari permata yakut, di atasnya ada kamar-kamar indah, terdapat pintu yang terbuka dan bisersinar seperti bersinarnya bintang-bintang. Kami bertnya: "Ya Rosulullah, siapa yang tinggal di dalamnya? Rosulullah menjawab: "Mereka orang-orwang yang saling mencintai karena Allah, saling duduk karena Allah, saling bertemu karena Allah. (HR. Al-Bazzar).
Itulah ganjaran yang dijanjikan buat mereka yang saling mencintai karena Allah, saling membantu hanya karena Allah, saling bersaudara karena Allah.
Rosulullah saw bersabda: “Barang siapa yang meringankan satu penderitaan dari seorang mukmin di dunia Allah akan meringankan beban penderitaannya di akherat. Siapa yang memudahkan kesusahan orang di dunia, Allah akan mudahkan kususahannya di dunia dan akherat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, jika ia menolong saudaranya. (HR. Muslim)
Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, melimpakan keberkahan kepada kita semua. Mempertautkan hati-hati kita sehingga menjadi hamba-hamba-Nya yang bersaudara. Setelah itu kita cuma berharap kepada Allah agar menguatkan ikatan hati ini untuk saling bekerjasama dalam kebaikan dan ketaatan. Mengumpulkan jiwa-jiwa kita menjadi jiwa-jiwa yang lembut penuh kecintaan dan kasih sayang. Sehingga mendapatkan surga yang Allah janjikan di akherat untuk mereka yang saling mencintai karena Allah, tidak ada keindahan yang lebih kita inginkan dari kebersamaan dan berkumpul di surga Allah di akherat kelak.
Berkumpul dengan saudara-saudara kita di akhirat di karenakan amal-amal sholih yang sama ,ketika hidup di dunia.Oleh karena itu bergegaslah dalam jalan ampunan Allah swt.Wa sari'uu ilaa maghfiroti robbikum...
Salam @@@
Inka Rahmah
<<<<”Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa
itu dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya. (QS.
Asy-Syams: 9-10)>>>>>>.
Sudah sepantasnyalah bagi orang yang sudah memiliki hati yang suci dan bersih akan memberikan efek positif kepada seluruh anggota tubuhnya pula seperti lisan, mata, telinga dan lainnya. Diantara pengaruh ibadah tersebut adalah tertanamkan pemahaman tauhid yang benar, sifat ikhlas, sabar, syukur dan jujur kepada Allah dan cinta kepada-Nya, serta terhindarkan dari hal yang bertentangan dengan aturan Allah SWT. Dengan demikian jiwa menjadi tersucikan lalu hasil-hasilnya nampak pada terkendalinya anggota badan sesuai dengan perintah Allah SWT.
Sucinya jiwa adalah modal untuk mendekati Allah swt,sehingga orang yang memiliki jiwa yang suci,dalam artian jiwanya bukan jiwa pemarah,bukan jiwa pendendam kepada saudara dan orang lain,bukan jiwa yg ghibah,namimah,sum'ah,dsb.Hal ini akan lebih mudah untuk tahap taqorrub kepada Allah swt.Sebagaimana di tuangkan dlm hadis: ''Barang siapa yang mendekat kepadaKu (kata Allah) sejengkal aku akan mendekat kepadanya sehasta, barang siapa yang mendekat kepadaKu sehasta aku akan mendekat kepadanya sedepah. Barang siapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Bukhori-Muslim)
Semua jenis ibadah umumnya adalah sarana penyucian diri dan salah satu Sarana terbesar dalam penyucian diri adalah sholat, dan pada waktu yang bersamaan sholat merupakan bukti dan ukuran dalam penyucian jiwa. Sholat merupakan sarana dalam berubudiyah kepada Allah, mewujudkan tauhid yang ikhlas dan syukur kepada Allah. Sholat adalah dzikir, gerakan berdiri, ruku, duduk dan sujud. Ia menegakkan ibadah dalam berbagai bentuk utama bagi kondisi fisik. Menegakkan sholat dapat memusnakan bibit-bibit kesombongan dan pembangkangan kepada Allah SWT, di samping merupakan pengakuan terhadap hak pengaturan sesungguhnya oleh zat yang maha kuasa. Menegakkan sholat secara sempurna juga akan dapat memusnakan bibit–bibit ‘ujub, bangga diri dan ghurur bahkan semua bentuk kemungkaran dan sifat-sifat yang keji.Sebagaimana firman Allah swt:”Sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan kejian dan mungkar”. (Al-Ankabut: 45) .
Shalat yg di laksanakan dgn penghayatan lahir batin akan melahirkan nilai-nilai kebaikan secara pribadi maupun secara sosial.Artinya shalat yg dapat berpungsi semacam itu adalah shalat yg di tegakan dalam shalat yg khusuk.Karena orang yg shalatnya khusuk menghadirkan Allah dalam hatinya dan tidak menghadirkan selainNya.Allah berfirman :”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang–orang yang khusyuk dalam sholatnya “( Al-Mukminun: 1-2).
Pentingnya kedudukan khusyu’ maka ketidakberadaannya berarti rusaknya hati. Baik dan rusaknya hati tergantung kepada ada tidaknya khusyuk ini. Rosulullah saw bersabda : ”Sesungguhnya dalam jasad ada suatu gumpalan; bila gumpalan ini baik maka baik pula seluruh jasad, dan apabila rusak maka rusak pula seluru jasad. Ketahuilah bahwa gumpalan itu adalah hati.” (Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim).
Syeikh Said Hawwa suatu ketika menyampaikan ”Sesungguhnya khusyuk merupakan manifestasi tertinggi dari sehatnya hati, jika khusyuk telah sirna maka berarti hati telah rusak. Bila khusyuk tidak ada berarti hati telah didominasi berbagai penyakit yang berbahaya dan keadaan yang buruk. Bila hati telah didominasi berbagai penyakit maka telah kehilangan kecenderungan kepada akhirat. Bila hati telah sampai kepada keadaan ini maka tidak ada lagi kebaikan bagi kaum muslimim. ”
Oleh karena itu khusyuk memiliki peranan penting dalam kehidupan seorang hamba.Hati yang sehat adalah hati yang khusuk dalam beribadah kepada Allah swt.Dan orang yang shalatnya khusuk akan terlihat dari cara memandang dunia adalah lahan untuk akhirat,artinya orang yg khusuk adalah orang yang mementingkan kehidupan akhiratnya ketimbang kehidupan duniawinya.Dengan mengisi hidupnya dengan ibadah-ibadah dan kebaikan-kebaikan lainnya.
Apa yang diperoleh setiap orang dari sholatnya sesuai kadar rasa takut, khusyuk, dan ta’zhimnya, karena tempat penilaian Allah adalah hati.Semoga kita semua menjadi Hamba-hamba Allah yg kusuk hatinya dan di berikan kelembutan hati untuk beribadah kepadaNya.Amien.
Salam @@@
Sudah sepantasnyalah bagi orang yang sudah memiliki hati yang suci dan bersih akan memberikan efek positif kepada seluruh anggota tubuhnya pula seperti lisan, mata, telinga dan lainnya. Diantara pengaruh ibadah tersebut adalah tertanamkan pemahaman tauhid yang benar, sifat ikhlas, sabar, syukur dan jujur kepada Allah dan cinta kepada-Nya, serta terhindarkan dari hal yang bertentangan dengan aturan Allah SWT. Dengan demikian jiwa menjadi tersucikan lalu hasil-hasilnya nampak pada terkendalinya anggota badan sesuai dengan perintah Allah SWT.
Sucinya jiwa adalah modal untuk mendekati Allah swt,sehingga orang yang memiliki jiwa yang suci,dalam artian jiwanya bukan jiwa pemarah,bukan jiwa pendendam kepada saudara dan orang lain,bukan jiwa yg ghibah,namimah,sum'ah,dsb.Hal ini akan lebih mudah untuk tahap taqorrub kepada Allah swt.Sebagaimana di tuangkan dlm hadis: ''Barang siapa yang mendekat kepadaKu (kata Allah) sejengkal aku akan mendekat kepadanya sehasta, barang siapa yang mendekat kepadaKu sehasta aku akan mendekat kepadanya sedepah. Barang siapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Bukhori-Muslim)
Semua jenis ibadah umumnya adalah sarana penyucian diri dan salah satu Sarana terbesar dalam penyucian diri adalah sholat, dan pada waktu yang bersamaan sholat merupakan bukti dan ukuran dalam penyucian jiwa. Sholat merupakan sarana dalam berubudiyah kepada Allah, mewujudkan tauhid yang ikhlas dan syukur kepada Allah. Sholat adalah dzikir, gerakan berdiri, ruku, duduk dan sujud. Ia menegakkan ibadah dalam berbagai bentuk utama bagi kondisi fisik. Menegakkan sholat dapat memusnakan bibit-bibit kesombongan dan pembangkangan kepada Allah SWT, di samping merupakan pengakuan terhadap hak pengaturan sesungguhnya oleh zat yang maha kuasa. Menegakkan sholat secara sempurna juga akan dapat memusnakan bibit–bibit ‘ujub, bangga diri dan ghurur bahkan semua bentuk kemungkaran dan sifat-sifat yang keji.Sebagaimana firman Allah swt:”Sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan kejian dan mungkar”. (Al-Ankabut: 45) .
Shalat yg di laksanakan dgn penghayatan lahir batin akan melahirkan nilai-nilai kebaikan secara pribadi maupun secara sosial.Artinya shalat yg dapat berpungsi semacam itu adalah shalat yg di tegakan dalam shalat yg khusuk.Karena orang yg shalatnya khusuk menghadirkan Allah dalam hatinya dan tidak menghadirkan selainNya.Allah berfirman :”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang–orang yang khusyuk dalam sholatnya “( Al-Mukminun: 1-2).
Pentingnya kedudukan khusyu’ maka ketidakberadaannya berarti rusaknya hati. Baik dan rusaknya hati tergantung kepada ada tidaknya khusyuk ini. Rosulullah saw bersabda : ”Sesungguhnya dalam jasad ada suatu gumpalan; bila gumpalan ini baik maka baik pula seluruh jasad, dan apabila rusak maka rusak pula seluru jasad. Ketahuilah bahwa gumpalan itu adalah hati.” (Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim).
Syeikh Said Hawwa suatu ketika menyampaikan ”Sesungguhnya khusyuk merupakan manifestasi tertinggi dari sehatnya hati, jika khusyuk telah sirna maka berarti hati telah rusak. Bila khusyuk tidak ada berarti hati telah didominasi berbagai penyakit yang berbahaya dan keadaan yang buruk. Bila hati telah didominasi berbagai penyakit maka telah kehilangan kecenderungan kepada akhirat. Bila hati telah sampai kepada keadaan ini maka tidak ada lagi kebaikan bagi kaum muslimim. ”
Oleh karena itu khusyuk memiliki peranan penting dalam kehidupan seorang hamba.Hati yang sehat adalah hati yang khusuk dalam beribadah kepada Allah swt.Dan orang yang shalatnya khusuk akan terlihat dari cara memandang dunia adalah lahan untuk akhirat,artinya orang yg khusuk adalah orang yang mementingkan kehidupan akhiratnya ketimbang kehidupan duniawinya.Dengan mengisi hidupnya dengan ibadah-ibadah dan kebaikan-kebaikan lainnya.
Apa yang diperoleh setiap orang dari sholatnya sesuai kadar rasa takut, khusyuk, dan ta’zhimnya, karena tempat penilaian Allah adalah hati.Semoga kita semua menjadi Hamba-hamba Allah yg kusuk hatinya dan di berikan kelembutan hati untuk beribadah kepadaNya.Amien.
Salam @@@
Langganan:
Postingan (Atom)



